Muazin Masjidil Haram Syekh Ibrahim Al Madani Wafat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Sep 2026, 08:35
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Zaki Islami
Editor
Bagikan
Jumlah jamaah calon haji Indonesia. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa 12 Mei 2026. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji ju Jumlah jamaah calon haji Indonesia. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa 12 Mei 2026. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji ju (Antara)

Ntvnews.id, Mekkah - Muazin Masjidil Haram di Mekkah, Arab Saudi, Syekh Ibrahim Al Madani, meninggal dunia pada Senin, 21 September 2026/dini hari. Kabar duka tersebut dilaporkan oleh Inside the Haramain.

Sebelum mengembuskan napas terakhir, Al Madani sempat menjalankan tugasnya dengan mengumandangkan adzan Subuh di Masjidil Haram. Adzan tersebut menjadi kumandang terakhirnya dari masjid suci tersebut.

Dilansir dari Ammon News, Selasa, 22 September 2026, inside the Haramain turut membagikan rekaman ketika Al Madani mengumandangkan adzan Subuh tersebut. Rekaman itu diambil beberapa jam sebelum dirinya meninggal dunia.

Jenazah Al Madani rencananya dishalatkan setelah pelaksanaan shalat Ashar pada Senin, 21 September 2026 di Masjidil Haram.

Usai dishalatkan, jenazah Al Madani akan dimakamkan di Pemakaman Al Mualla, Mekkah.

Syekh Ibrahim Al Madani lahir di Madinah pada 1976. Ia berasal dari keluarga yang religius dan sejak kecil mendapat pengaruh keagamaan dari sang kakek yang dikenal sebagai penghafal Al-Qur'an.

Al Madani kemudian melanjutkan pendidikan hingga memperoleh kualifikasi akademik di bidang Studi Al-Qur'an.

Baca Juga: Danantara Targetkan Lahan Dekat Masjidil Haram untuk Kampung Haji Indonesia

Kiprahnya sebagai muazin telah dimulai sejak berusia 15 tahun. Kala itu, Al Madani dipercaya mengumandangkan adzan di sebuah masjid yang berada di sekitar tempat tinggalnya di Madinah.

Ia menjalankan tugas tersebut secara bergantian bersama tiga tetangganya hingga menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi. Setelah lulus kuliah, Al Madani sempat berhenti menjadi muazin lantaran mendapat tugas mengajar di luar Madinah.

Pada 1428 Hijriah atau sekitar 2007-2008, Al Madani kembali memperoleh kesempatan menjadi muazin dan mengumandangkan adzan di Masjid Al-Maddah. Tugas tersebut terus dijalaninya hingga akhirnya mendapat kesempatan menjadi muazin di Masjidil Haram.

Al Madani kemudian secara resmi diangkat sebagai salah satu muazin Masjidil Haram pada 1439 Hijriah atau sekitar 2017-2018.

Latar belakangnya yang lahir dan tumbuh di Madinah turut membentuk karakter Al Madani dalam mengumandangkan adzan, khususnya dengan pengaruh tradisi dan gaya adzan khas Madinah.

Di sisi lain, Al Madani juga telah mengenal karakter adzan Mekkah sejak masa kanak-kanak. Ia beberapa kali mengunjungi Mekkah bersama ayahnya.

Dalam salah satu perjalanan tersebut, Al Madani bertemu dengan mantan muazin Masjidil Haram, Syekh Abdul Latif Mulla, yang juga merupakan sahabat dari kakeknya.

x|close