Ntvnews.id, Beijing - Seorang pria di Shenzhen, Tiongkok, berhasil menghasilkan pendapatan hingga 100.000 yuan atau sekitar Rp236 juta setiap bulan melalui bisnis jasa menggaruk punggung.
Layanan yang terbilang tidak biasa itu menawarkan pengalaman garukan pada punggung untuk membantu pelanggan melepas stres sekaligus mendapatkan tidur yang lebih berkualitas.
Pria bernama Zhang Xiaoqiao yang kini berusia 32 tahun merupakan pendiri bisnis jasa garuk punggung bernama Suma. Usahanya saat ini telah memiliki dua gerai di Shenzhen dan Zhang menargetkan ekspansi hingga 100 gerai di berbagai wilayah Tiongkok.
Dilansir dari NDTV, Kamis, 10 September 2026, Zhang membuka cabang pertama Suma di Distrik Baoan pada awal Mei. Tidak lama kemudian, tepatnya sebulan berselang, ia mendirikan gerai kedua di Distrik Futian.
Di tempat tersebut, pelanggan dapat berbaring tengkurap di atas ranjang yang dirancang menyerupai tempat tidur pijat. Selanjutnya, staf akan memberikan layanan dengan menggunakan kuku khusus berujung runcing untuk menggaruk punggung pelanggan secara perlahan.
Untuk menikmati layanan tersebut, pelanggan dikenakan biaya sekitar 300 yuan atau setara dengan US$40 per jam.
Zhang menjelaskan bahwa bisnis tersebut dibuat untuk membantu masyarakat perkotaan yang menghadapi tekanan kehidupan sehari-hari dan membutuhkan sarana untuk bersantai.
Karena belum menemukan bisnis serupa di Tiongkok, Zhang mengaku mengembangkan sendiri teknik menggaruk punggung. Ia kemudian menciptakan metode tertentu yang dinilainya mampu memberikan rasa nyaman dan relaksasi bagi pelanggan.
Saat ini, dua gerai Suma mampu menghasilkan omzet sekitar 100.000 yuan per bulan. Menariknya, sekitar 70 persen pelanggan layanan tersebut merupakan laki-laki.
Menurut Zhang, sebagian pelanggan menilai sensasi dari layanan garuk punggung mampu memberikan efek rileks yang lebih kuat dibandingkan pijat konvensional. Bahkan, beberapa di antaranya tercatat kembali untuk menggunakan layanan tersebut.
Gagasan mendirikan bisnis itu bermula ketika Zhang melihat sebuah video pendek di media sosial pada tahun lalu. Video tersebut memperlihatkan seorang perempuan sedang menggaruk punggung suaminya.
Baca Juga: Update Bencana di Nepal-China: 1.280 Tewas dan 5.260 Orang Hilang
Dari video tersebut, Zhang memperhatikan banyak komentar dari penonton yang mengaku bersedia membayar orang lain untuk mendapatkan layanan serupa.
Hal tersebut kemudian mengingatkan Zhang pada kenangan masa kecilnya. Ia teringat sang ayah yang kerap menggaruk punggungnya hingga dirinya merasa nyaman, tenang, dan akhirnya tertidur.
Pengalaman masa kecil itu kemudian menjadi inspirasi bagi Zhang untuk mengubah aktivitas sederhana tersebut menjadi sebuah peluang usaha.
Zhang sebelumnya juga telah mencoba berbagai bidang pekerjaan. Pria asal Provinsi Hubei, Tiongkok, tersebut dilaporkan sempat menjalani tujuh pekerjaan berbeda dalam satu tahun setelah menyelesaikan pendidikan di universitas, menurut South China Morning Post.
Sebelum menginjak usia 30 tahun, Zhang bahkan telah mendirikan dua perusahaan yang bergerak dalam sektor e-commerce lintas negara. Namun, kedua perusahaan tersebut tidak berhasil berkembang sesuai harapan.
Sekitar dua tahun lalu, Zhang kembali mencoba peruntungan dengan memasuki industri media sosial. Namun, usaha tersebut juga belum menghasilkan pencapaian yang berarti.
Kini, Zhang ingin membawa bisnis Suma berkembang jauh lebih besar. Ia menargetkan pendirian 100 gerai di seluruh Tiongkok sekaligus berharap profesi jasa menggaruk punggung dapat diterima dan dikenal secara luas.
Di tengah pengembangan bisnisnya, Zhang masih kerap mendapatkan pertanyaan mengenai bidang usaha yang dijalankannya. Salah satu pertanyaan yang sering muncul adalah "Apakah menggaruk gatal merupakan pekerjaan yang sah?".
Meski baru memiliki dua gerai, Zhang memastikan ekspansi bisnis tidak berhenti sampai di sana. Ia tetap membidik 100 gerai Suma yang tersebar di berbagai daerah di Tiongkok.
Selain mengejar pertumbuhan usaha, Zhang juga memiliki ambisi agar jasa menggaruk punggung dapat berkembang menjadi sebuah profesi yang diakui secara luas di masyarakat.
Ilustrasi Gatal Kepala dan Ketombe (FreePik)