Kebakaran di Lereng Gunung Sumbing Hanguskan 1,72 Hektare Hutan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 16:33
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi: Asap mengepul dari kebakaran hutan gunung Sumbing di Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah. Ilustrasi: Asap mengepul dari kebakaran hutan gunung Sumbing di Ngemplak, Windusari, Magelang, Jawa Tengah. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Sekitar 1,72 hektare vegetasi hutan di lereng Gunung Sumbing berhasil dipadamkan setelah sempat terbakar pada Minggu (6/9). Kebakaran tersebut melanda kawasan Perum Perhutani Petak 15-4 Blok Prantean, Resor Pemangkuan Hutan (RPH) Kecepit, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Temanggung, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Kedu Utara.

Wakil Administratur KPH Kedu Utara, Bambang Setyawan, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut pertama kali terdeteksi dari laporan warga yang melihat kepulan asap di kawasan hutan Desa Batursari, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung.

"Informasi tersebut kemudian diteruskan kepada petugas untuk segera dilakukan pengecekan di lokasi. Alhamdulillah, api sudah berhasil dikendalikan pada pukul 17.21 WIB. Keberhasilan ini tidak lepas dari kerja sama dan sinergi berbagai unsur di lapangan," kata Bambang di Temanggung, Senin (7/9).

Menindaklanjuti laporan warga, tim gabungan bergegas menuju lokasi kejadian. Setibanya di Petak 15-4 Blok Prantean, petugas menjumpai kobaran api yang membakar semak serta vegetasi hutan setempat.
 

Prosedur pemadaman diawali dengan konsolidasi tim di lapangan dan pembuatan ilaran atau sekat bakar guna membendung perambatan kobaran api. Setelah pergerakan api berhasil dikunci, petugas mengeksekusi pemadaman langsung pada titik-titik kebakaran.

Aksi tanggap darurat ini menggerakkan 86 personel lintas instansi, mencakup gabungan personel Perhutani, TNI, Polri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Masyarakat Peduli Api (MPA), perangkat Kecamatan Kledung, LMDH Argo Makmur, hingga Pemerintah Desa Batursari. Dukungan penuh juga datang dari barisan relawan Basecamp Azora, Basecamp Grasido, dan Basecamp Stikpala.

Menyesuaikan dengan medan yang cukup sulit, pemadaman mengandalkan peralatan darurat seperti sabetan ranting pohon basah, cangkul, sabit, serta unit sprayer.

Area yang terdampak memiliki total luas petak sekitar 6,7 hektare pada ketinggian 1.762 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kawasan ini tergolong hutan lindung yang ditanami tegakan pinus sejak 1973. Adapun vegetasi permukaan yang terbakar didominasi tanaman kriyu, ilalang, dan remujung.
 

Meski kobaran api utama telah padam, Perhutani memfokuskan tindakan pada pemantauan susulan. Langkah penyisiran ditempuh untuk menjamin tidak ada sisa bara yang tersembunyi.

"Meskipun api sudah berhasil dikendalikan, hari ini dilakukan penyisiran di lokasi untuk memastikan tidak ada lagi titik api maupun bara yang berpotensi memicu kebakaran kembali," ujar Bambang.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close