Antisipasi Dampak Paceklik, Pemerintah Tambah 1 Juta Ton Beras SPHP dan Percepat Penyaluran Bansos

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 12:02
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas), Menteri Koordinator Bidang Pangan (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan (Zulhas), mengumumkan langkah cepat pemerintah untuk menjaga stabilitas harga pangan di tengah musim kemarau panjang yang memicu masa paceklik. Dalam rapat koordinasi bersama Kementerian Pertanian dan Perum Bulog, pemerintah memutuskan empat poin strategis untuk menekan kenaikan harga beras, jagung, hingga tepung di pasar.

Zulkifli Hasan menjelaskan bahwa berbeda dengan tahun lalu yang merupakan kemarau basah, tahun ini Indonesia menghadapi kemarau kering yang menyebabkan produksi padi di tingkat petani menurun drastis.

"Tahun ini kering, hampir tidak ada lagi sawah petani yang produksi, yang kita sebut paceklik atau gadu. Karena produksi tidak ada, sesuai hukum supply and demand, harga cenderung naik sekitar Rp100 hingga Rp200. Untuk itu, kami memutuskan menambah suplai beras subsidi," ujar Zulhas di kantornya, 7 September 2026.

Berikut adalah empat poin utama hasil keputusan rapat koordinasi tersebut:

1. Penambahan 1 Juta Ton Beras SPHP

Pemerintah memutuskan untuk menambah stok beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras medium bersubsidi sebanyak 1 juta ton. Tambahan ini diperuntukkan bagi periode Oktober, November, dan Desember 2024. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat mendapatkan beras dengan harga terjangkau di kisaran Rp12.000 hingga Rp12.500 per kilogram.

2. Percepatan Bantuan Pangan (Rapel 30 Kg)

Untuk meringankan beban kelompok masyarakat rentan, pemerintah mempercepat penyaluran bantuan pangan beras bagi keluarga desil 1 hingga desil 4 yang mencakup sekitar 33,33 juta jiwa. Alih-alih menyalurkan 10 kg per bulan, pemerintah memutuskan untuk mengirim sekaligus 30 kg beras (jatah tiga bulan) kepada setiap penerima pada bulan ini.

"Kita minta Bulog selesaikan dikirimnya dirapel bulan ini semua. Jadi langsung 30 kilo dikirim agar Bulog membanjiri pasar masyarakat dengan beras. Tidak usah menunggu bulan depan lagi," tegas Menko Pangan.

Baca JugaMenko Pangan Pastikan Ketahanan Pangan Nasional Aman di Tengah El Niño

Baca JugaDirgayuza: Program MBG Jadi Kunci Arahkan Pilihan Konsumsi Pangan Masyarakat

3. Suplai Jagung SPHP untuk Peternak UMKM

Selain beras, pemerintah memberikan perhatian pada komoditas jagung yang produksinya juga terdampak kekeringan. Bulog diperintahkan menyalurkan 150.000 ton jagung SPHP khusus untuk peternak menengah ke bawah (UMKM), bukan untuk pabrik besar. Langkah ini diharapkan mampu menjaga stabilitas harga pakan dan produksi ternak rakyat.

4. Lelang Beras Pecah untuk Hilirisasi Tepung

Sebagai bagian dari manajemen stok, pemerintah akan melelang sekitar 300.000 ton beras yang mengalami penurunan mutu akibat masa simpan yang mencapai dua tahun di gudang Bulog. Beras pecah ini akan dilelang dengan harga minimal Rp11.000 per kilogram untuk diserap oleh industri tepung.

"Ini untuk memenuhi kebutuhan tepung. Daripada mutunya terus turun, lebih baik kita lelang ke pengusaha tepung sehingga harga tepung yang sempat naik bisa turun kembali," jelasnya.

Lebih lanjut, Zulkifli Hasan juga mengumumkan perubahan kemasan dan nama beras SPHP menjadi "Beras Kita". Produk dengan kemasan baru yang didominasi warna biru ini rencananya akan diluncurkan secara resmi pada 20 Oktober mendatang.

"Ini akan dilaunching tanggal 20 Oktober mendatang. Ada Beras Kita (medium) dan ada Beras Premium. Kita harapkan langkah-langkah besar ini dapat menekan biaya di pasar sehingga masyarakat tidak terbebani," tutup Zulhas.

x|close