Menko AHY Minta Penumpang Terdampak Erupsi Anak Krakatau Dilayani dengan Baik

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 11:31
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tim Redaksi
Editor
Bagikan
Ilustrasi penumpang di bandara/Ist Ilustrasi penumpang di bandara/Ist

Ntvnews.id, Jakarta -Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendorong seluruh pihak terkait memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang terdampak gangguan penerbangan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau.

Menko AHY mengatakan, selain memastikan keselamatan penerbangan, pemerintah juga memberikan perhatian terhadap penanganan penumpang yang terdampak penutupan sementara sejumlah bandara.

“Prinsipnya adalah penumpang juga harus terus diberikan penjelasan, informasi yang akurat. Maskapai tidak boleh tidak terbuka. Walaupun ini force majeure, kita ingin mendorong agar maskapai juga bisa memberikan pelayanan yang baik,” ujar Menko AHY, Minggu (6/9/2026).

Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, sekitar 150 ribu penumpang terdampak gangguan operasional penerbangan. Sebanyak 467 penerbangan terdampak, terdiri atas 409 penerbangan domestik dan 58 penerbangan internasional.

Baca Juga: Abu Vulkanik Masih Mengancam, Tiba-tiba Harga Masker Melonjak Naik

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: ANTARA/HO-Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). (Foto: ANTARA/HO-Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan)

Menko AHY meminta maskapai menyampaikan informasi secara jelas kepada penumpang terkait perubahan jadwal, pembatalan, maupun pengalihan penerbangan. Pemerintah juga mendorong proses pengembalian tiket atau refund bagi penumpang yang penerbangannya dibatalkan dapat dilakukan dengan mudah.

“Termasuk bagaimana kalau refund karena tidak bisa terbang, ya harus bisa mudah untuk diberikan ganti rugi. Kemudian yang lain-lain kita terus amati dan kita terus dengarkan penjelasan dari pihak-pihak yang memiliki otoritas untuk menjelaskan secara teknis,” kata Menko AHY.

Untuk mengurangi dampak terhadap mobilitas masyarakat, Kementerian Perhubungan menyiapkan sejumlah bandara alternatif yang tidak terdampak sebaran abu vulkanik, di antaranya Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Bandara Ahmad Yani Semarang, Bandara Yogyakarta, serta Bandara Juanda Surabaya.

Menko AHY juga menekankan pentingnya kesiapan moda transportasi lain untuk mendukung mobilitas masyarakat yang terdampak. Transportasi darat, termasuk kereta api, perlu dipersiapkan untuk membantu penumpang yang mendarat di bandara alternatif sebelum melanjutkan perjalanan menuju Jakarta dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: AHY Pastikan Keselamatan Penerbangan, Pemerintah Siapkan Alternatif Transportasi Dampak Abu Vulkanik

“Mode transportasi darat tentunya ini yang harus disiapkan, kereta, yang kita juga harus dorong agar memudahkan para penumpang yang seharusnya langsung landing di Jakarta tetapi harus mungkin berhenti di Kertajati, misalnya, untuk bisa datang ke Jakarta,” ujarnya.

Sementara itu, untuk transportasi laut, Menko AHY meminta seluruh pihak tetap waspada dan memastikan kegiatan penyeberangan berlangsung dengan memperhatikan aspek keselamatan serta potensi dampaknya terhadap kesehatan penumpang.

Pemerintah akan terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik bersama BMKG, AirNav Indonesia, Kementerian Perhubungan, pengelola bandara, maskapai, serta pemangku kepentingan lainnya. Evaluasi kondisi dilakukan secara berkala berdasarkan hasil pengamatan dan pengujian untuk menentukan langkah operasional selanjutnya.

Menko AHY menegaskan, penanganan dampak erupsi perlu mengedepankan keseimbangan antara keselamatan, kelancaran mobilitas, dan perlindungan hak masyarakat sebagai pengguna jasa transportasi.

Baca Juga: Beredar Video Air Laut Selat Sunda Dekat Gunung Anak Krakatau Tampak Surut

 

x|close