Badan Geologi: Episode Erupsi Menerus Gunung Anak Krakatau Telah Berakhir

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 11:23
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu, 5 September 2026 Tampilan foto udara erupsi Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, Sabtu, 5 September 2026 (Antara)

Ntvnews.id, JakartaBadan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan episode erupsi menerus Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda telah selesai setelah berlangsung sekitar 25 jam.

Kepala Badan Geologi Lana Saria mengatakan berdasarkan hasil evaluasi perkembangan aktivitas vulkanik, erupsi menerus tersebut dimulai pada Jumat, 4 September 2026 pukul 23.07 WIB dan berakhir pada Minggu, 6 September 2026 pukul 00.04 WIB.

"Pasca-berakhirnya episode tersebut, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau bertransisi kembali ke karakteristik erupsi strombolian yang ditandai dengan perekaman tiga kali gempa letusan/erupsi strombolian," kata Lana.

Badan Geologi menilai perubahan kembali menuju pola erupsi strombolian menjadi indikasi bahwa fase letusan menerus dengan durasi panjang telah berakhir. Meski demikian, potensi terjadinya letusan susulan dalam periode mendatang masih tergolong tinggi.

Baca JugaBeredar Video Air Laut Selat Sunda Dekat Gunung Anak Krakatau Tampak Surut

Berdasarkan hasil pemantauan instrumental pada 6-7 September 2026, tercatat tiga kali gempa erupsi, sembilan kali gempa hembusan, 93 kali gempa low frequency, 98 kali gempa hybrid/fase banyak, empat kali gempa tremor menerus, serta satu kali gempa vulkanik dangkal.

Pemantauan grafik perataan amplitudo RSAM (Real-time Seismic Amplitude Measurement) juga menunjukkan perubahan aktivitas. Setelah sempat mengalami peningkatan pada 5 September 2026, grafik tersebut mulai memperlihatkan kecenderungan menurun sejak 6 September 2026.

Untuk data deformasi, tiltmeter Stasiun Tanjung memperlihatkan adanya indikasi inflasi tipis yang berlangsung sejak awal Agustus 2026. Sementara itu, Stasiun Lava93 masih memperlihatkan pola yang relatif konstan.

Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) <b>(Antara)</b> Gunung Anak Krakatau di Lampung meletus dan melontarkan abu vulkanik setinggi 250 meter di atas puncak, Senin (24/8/2026) (Antara)

Dari hasil evaluasi secara keseluruhan, Badan Geologi masih mempertahankan status aktivitas Gunung Anak Krakatau pada Level III (Siaga).

Baca JugaBandara Soetta-Lampung Masih Ditutup hingga Senin Jam 9 Pagi Imbas Erupsi Anak Krakatau

Lana juga menyampaikan sejumlah rekomendasi bagi masyarakat, wisatawan, dan pendaki. Mereka diminta tidak mendekati maupun melakukan aktivitas di dalam radius bahaya tiga kilometer dari kawah aktif karena masih terdapat risiko lontaran batu pijar, awan panas, aliran lava, serta hujan abu dengan intensitas lebat.

Masyarakat yang berada di wilayah pesisir Banten dan Lampung juga diminta tetap tenang serta tidak mudah percaya terhadap informasi palsu mengenai kemungkinan tsunami yang dikaitkan dengan erupsi Gunung Anak Krakatau. Warga juga dianjurkan menggunakan masker ketika beraktivitas di luar ruangan guna mengurangi risiko gangguan pernapasan akibat paparan abu vulkanik.

(Sumber: Antara)

x|close