3 Erupsi Gunung Api Paling Mematikan di Dunia Ada di Indonesia, Apa Saja?

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Sep 2026, 05:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa/Sosial media) Erupsi Gunung Anak Krakatau. (Foto: Istimewa/Sosial media) (Sosial media)

Ntvnews.id, Jakarta - Sejumlah letusan gunung api tercatat sebagai bencana vulkanik paling mematikan sepanjang sejarah. Selain menghancurkan wilayah di sekitar gunung, erupsi dahsyat tersebut juga menyebabkan puluhan ribu orang kehilangan nyawa.

Data Oregon State University dan United States Geological Survey (USGS) menunjukkan Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki catatan erupsi gunung api dengan jumlah korban jiwa terbesar di dunia.

Gunung Tambora di Nusa Tenggara Barat menempati peringkat pertama dalam daftar erupsi gunung api paling mematikan. Letusan yang terjadi pada 1815 tersebut mengeluarkan sekitar 140 miliar ton magma dan diperkirakan menyebabkan kematian sekitar 92.000 orang.

Di posisi kedua terdapat Gunung Krakatau yang mengalami erupsi besar pada 1883. Letusan dahsyat tersebut membuat langit di sejumlah wilayah menjadi gelap dan menewaskan sekitar 36.417 orang.

Urutan berikutnya ditempati Gunung Pelée di Martinique. Erupsi yang terjadi pada 1902 diperkirakan menewaskan sekitar 29.025 orang.

Sementara itu, Gunung Ruiz di Kolombia berada di peringkat keempat. Erupsi pada 1985 menyebabkan sekitar 25.000 orang meninggal dunia.

Baca Juga: Menkomdigi Imbau Warga Waspada Erupsi Anak Krakatau, Jangan Asal Sebarkan Informasi

Gunung Unzen di Jepang menempati posisi kelima dalam daftar tersebut. Letusan yang terjadi pada 1792 tercatat mengakibatkan sekitar 14.300 korban jiwa.

Berikutnya, Gunung Laki di Islandia berada di urutan keenam. Erupsi yang terjadi pada 1783 diperkirakan menewaskan sekitar 9.350 orang.

Indonesia kembali muncul dalam daftar melalui letusan Gunung Kelud pada 1919. Erupsi tersebut diperkirakan menyebabkan sekitar 5.110 orang meninggal dunia.

Dengan demikian, Indonesia menyumbangkan tiga dari tujuh erupsi gunung api paling mematikan yang tercatat dalam daftar tersebut. Ketiganya adalah Gunung Tambora, Krakatau dan Kelud.

Catatan sejarah tersebut memperlihatkan besarnya potensi ancaman vulkanik yang dihadapi Indonesia. Sebagai negara dengan banyak gunung api aktif, risiko erupsi menjadi salah satu tantangan bencana yang perlu terus diantisipasi.

Karena itu, upaya mitigasi bencana gunung api perlu terus diperkuat. Peningkatan sistem pemantauan, kesiapsiagaan masyarakat serta penanganan keadaan darurat menjadi bagian penting untuk mengurangi risiko korban jiwa ketika erupsi terjadi.

x|close