Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menegaskan kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menjadi faktor utama dalam menjaga keamanan pangan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Pernyataan tersebut disampaikan setelah BGN melakukan evaluasi terhadap sejumlah insiden keamanan pangan yang terjadi selama pelaksanaan program MBG.
Sudaryono menjelaskan setiap laporan dugaan keracunan langsung ditindaklanjuti dengan menghentikan sementara operasional SPPG yang bersangkutan. Selain itu, sampel makanan diperiksa di laboratorium dan dilakukan investigasi untuk mengungkap penyebab kejadian.
"Setiap kejadian itu satu dapurnya ditangguhkan, kemudian makanannya dicek di laboratorium oleh Dinas Kesehatan di bawah pengawasan dari Kementerian Kesehatan. Kami akan cari tahu, kemudian kepala SPPG-nya kami copot, kami investigasi keracunannya karena apa," kata Sudaryono dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis, 6 Agustus 2026.
Baca Juga: BGN Siapkan Portal Pengaduan Bagi Mitra dan Kepala SPPG
Ia menekankan bahwa setiap kasus keracunan dipandang sebagai peristiwa yang serius karena menyangkut keselamatan serta kesehatan para penerima manfaat, terutama anak-anak.
Karena itu, BGN menerapkan prinsip zero tolerance atau nol toleransi terhadap setiap insiden keracunan. Berbagai langkah evaluasi dan perbaikan terus dilakukan agar kejadian serupa tidak kembali terulang.
Dari hasil evaluasi, BGN menemukan sejumlah bentuk pelanggaran terhadap SOP. Salah satunya adalah proses memasak yang dilakukan lebih cepat dari jadwal yang telah ditetapkan.
"Kami melihat beberapa sebab, ini kita ngomong lebih umum, misal SOP-nya dia masaknya kecepatan. Kalau di Papua, kita lihat dari lock (kunci), lock dapurnya itu kan, kita ada sistem lock-nya, dia kapan persiapan, kapan mencacah, kapan dimasak, itu ada," ujar Sudaryono.
Baca Juga: BGN Copot 137 Kepala SPPG
Menurut dia, kedisiplinan dalam menjalankan SOP menjadi aspek penting untuk menjaga mutu dan keamanan makanan. Oleh sebab itu, pengawasan terhadap seluruh proses operasional SPPG akan diperketat.
Sudaryono juga menegaskan BGN tidak akan ragu menyerahkan kasus kepada aparat penegak hukum apabila dalam penyelidikan ditemukan indikasi kesengajaan atau tindakan sabotase.
"Ini kan masalah kedisiplinan. Nah, ini kita lagi cari formula, kalau memang ada unsur-unsur lain, ya misalnya ada unsur kesengajaan, sabotase, dan lain-lain, kami tidak segan-segan untuk kemudian diperiksa oleh pihak kepolisian, dan memang kalau ada, ya kita serahkan semua," tutur Sudaryono.
(Sumber: Antara)
Kepala BGN Sudaryono (kanan), Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin (kiri) usai pertemuan bersama para ahli gizi membahas keamanan pangan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jakarta, Rabu, 5 Agustus 2026. (Antara)