MBG Buka Kesempatan Zuharni Bekerja Dekat Rumah Sambil Urus Keluarga

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 16:09
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
MBG Buka Kesempatan Zuharni Bekerja Dekat Rumah Sambil Urus Keluarga. MBG Buka Kesempatan Zuharni Bekerja Dekat Rumah Sambil Urus Keluarga. (Antara)

Ntvnews.idWonosobo - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya menjadi upaya pemerintah dalam meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi. Kehadiran Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di berbagai daerah memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pekerjaan sekaligus membantu memenuhi kebutuhan keluarga.

Manfaat tersebut dirasakan langsung oleh Zuharni, 41 tahun, warga Wonosobo, Jawa Tengah, yang telah hampir satu tahun bekerja sebagai relawan di SPPG Sapuran Jolontoro. Sebelum bergabung dalam program MBG, Zuharni menjalankan usaha berjualan pakaian secara keliling sekitar lima tahun.

Kesempatan untuk bekerja di SPPG ia dapatkan setelah mengetahui adanya pembukaan pekerjaan di dekat tempat tinggalnya. Ia kemudian mendaftarkan diri dan bersyukur dapat diterima sebagai bagian dari tim yang menjalankan program MBG di wilayahnya.

Bagi Zuharni, lokasi SPPG yang dekat dengan rumah menjadi salah satu alasan utama dirinya tertarik untuk bergabung. Ia dapat berjalan kaki menuju tempat kerja sekaligus tetap menjalankan tanggung jawabnya sebagai ibu yang mengurus keluarga dan anak-anak.

Baca JugaSudaryono Kolaborasi Lintas Sektor untuk Optimalkan Program MBG

“Karena dekat rumah, bisa sambil mengurus anak-anak, sambil mengurus rumah,” ujar Zuharni.

Kesempatan bekerja dekat dari rumah menjadi semakin berarti karena suaminya bekerja di luar kota, tepatnya di Semarang, sebagai pekerja bengkel sekaligus penjaga pabrik.

Sang suami hanya dapat pulang ke Wonosobo sekitar dua minggu sekali. Sementara itu, Zuharni menjalani keseharian bersama ketiga anaknya, termasuk anak bungsunya yang saat ini masih berusia 23 hari.

Dengan bekerja di SPPG, Zuharni merasakan manfaat yang cukup besar bagi kondisi ekonomi keluarganya. Penghasilan yang diperoleh membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus membiayai keperluan sekolah anak-anaknya.

Baca JugaBGN Pastikan Sistem Terpadu Perkuat Pengawasan SPPG Pengelola Program MBG

“Alhamdulillah sangat terbantu, sangat menolong. Tadinya kalau sebelum kerja di situ kan gali lubang tutup lubang. Sekarang cukup untuk hari-hari, bayar anak-anak sekolah, terus yang lain-lain itu alhamdulillah cukup,” katanya.

Bagi Zuharni, pekerjaan tersebut bukan tentang mendapatkan penghasilan yang besar, tetapi memiliki pendapatan yang cukup dan dapat diandalkan untuk membantu keluarganya. Ia bersyukur dapat bekerja sekaligus tetap berada dekat dengan anak-anak dan rumah.

Selain merasakan manfaat ekonomi, Zuharni juga melihat dampak program MBG dari sisi pemenuhan gizi masyarakat. Menurutnya, kehadiran program tersebut membantu masyarakat mendapatkan makanan bergizi, termasuk asupan protein seperti ayam dan telur yang sebelumnya tidak selalu tersedia dalam konsumsi sehari-hari.

Pengalaman tersebut membuat Zuharni berharap program MBG dapat terus berjalan dan semakin luas sehingga semakin banyak masyarakat yang memperoleh manfaat. Menurutnya, keberlanjutan program juga berarti semakin banyak kesempatan kerja yang dapat dirasakan oleh masyarakat.

“Semoga bisa terus berjalan, biar yang kerja itu bisa tetap kerja,” harapnya.

Kisah Ibu Zuharni menunjukkan bahwa di balik pelaksanaan program MBG, terdapat masyarakat yang ikut tumbuh dan mendapatkan manfaat dari kesempatan kerja. Bagi dia dan keluarga, pekerjaan sebagai relawan SPPG menjadi sumber penghasilan yang membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan ruang untuk tetap menjalankan peran sebagai seorang ibu.

Kisah lengkap Ibu Zuharni dan pengalamannya menjadi bagian dari pelaksanaan program MBG dapat disaksikan melalui program Sinergi Indonesia di kanal YouTube Badan Komunikasi Pemerintah RI.

HIGHLIGHT

x|close