Menlu Selandia Baru Bersitegang dengan Dubes China

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Jul 2026, 08:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera China Bendera China (Istimewa)

Ntvnews.id, Wellington - Menteri Luar Negeri Selandia Baru, Winston Peters, memicu kontroversi setelah melontarkan pernyataan yang dianggap bernada rasis kepada anggota parlemen keturunan China. Ucapan tersebut kemudian memancing reaksi keras dari Duta Besar China untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong.

Perselisihan bermula dalam debat mengenai respons pemerintah Selandia Baru terhadap pandemi COVID-19 pada Rabu, 29 Juli 2026 waktu setempat. Dalam sesi tersebut, anggota Partai Hijau kelahiran China, Lawrence Xu-Nan, mengajukan pertanyaan kepada Peters, "Apakah Anda sudah divaksinasi?"

Pertanyaan itu membuat Peters tersinggung. Ia kemudian menyindir Xu-Nan, yang lahir di Tianjin, China, namun dibesarkan di Auckland, dengan mengatakan bahwa anggota parlemen tersebut "baru datang ke sini lima menit yang lalu".

"Kembali sana ke negara Anda. Di sanalah mereka berbohong seperti ikan pipih, tetapi mereka tidak berbohong seperti itu di sini," cetus Peters, dilansir dari AFP, Jumat, 31 Juli 2026.

"Ini disebut demokrasi, tidak seperti yang Anda kenal. Kembali ke tempat asal Anda, dasar mulut besar," ujar Peters sengit.

Pernyataan itu memicu tanggapan tidak biasa dari Duta Besar China untuk Selandia Baru, Wang Xiaolong.

Melalui unggahan di platform X, Wang menyatakan bahwa meskipun dirinya memilih untuk tidak ikut campur dalam urusan politik dalam negeri Selandia Baru, "cukuplah untuk mengatakan, terkadang, sebuah pernyataan lebih banyak mengungkapkan tentang orang yang mengucapkannya daripada apa pun atau siapa pun".

Baca Juga: Kapal Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan

Peters kemudian membalas pernyataan Wang dan menyebut komentar sang dubes justru "membuktikan poin saya".

"Kita hidup dalam demokrasi yang mencakup kebebasan berbicara dan hak-hak -- dua nilai yang tidak hanya dibatasi oleh negara-negara tertentu, tetapi juga dilakukan dengan paksa," tulis Peters di X.

"Jika itu menyinggung orang-orang yang terlalu sensitif dan para pendukung komunis yang menyebutnya 'berbahaya' -- selamat datang di Selandia Baru".

Kontroversi tersebut bukan kali pertama melibatkan Peters dan partainya, yang selama ini dikenal memiliki posisi penting dalam peta politik Selandia Baru. Sebelumnya, keduanya juga menuai kritik atas pernyataan yang dinilai bernuansa rasis.

Pada tahun lalu, Peters bersama wakilnya, Shane Jones, menjadi sorotan setelah Jones meneriakkan "pulangkan orang-orang Meksiko" kepada anggota parlemen Francisco Hernandez dalam sebuah perdebatan di parlemen.

Usai insiden tersebut, Peters turut melontarkan komentar kepada Hernandez, yang sebenarnya lahir di Filipina, dengan meminta agar ia "menunjukkan rasa terima kasih" karena tinggal di Selandia Baru.

x|close