Ntvnews.id, Jakarta - Kabar duka datang dari dunia akademik dan diplomasi Indonesia, Prof. Dr. H. Bachtiar Aly, MA, meninggal dunia pada Minggu malam, 26 Juli 2026. Akademisi sekaligus mantan Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir itu mengembuskan napas terakhir di RS Fatmawati, Jakarta, pukul 20.45 WIB.
Informasi wafatnya Bachtiar Aly diterima melalui pesan yang disampaikan pihak keluarga.
“Telah berpulangke rahmatullah, Prof. Dr. H. Bachtiar Aly, MA (Mantan Duta Besar RI untuk Mesir 2002-2005). Keluarga besar memohon maaf apabila ada kesalahan Almarhum baik secara sengaja maupun tidak. Atas nama keluarga, memohon doanya semoga Allah Subhanahu wa ta’ala menerima seluruh amal ibadah Almarhum, mengampuni segala kekhilafannya, dan menempatkan Almarhum di tempat terbaik di sisi Allah,” demikian bunyi pesan WhatsApp yang dikirim Faisal Yunus kepada media.
Semasa hidupnya, Bachtiar Aly dikenal sebagai salah satu pakar komunikasi politik Indonesia. Selain berkiprah sebagai akademisi, ia juga aktif di dunia politik dan diplomasi.
Namanya semakin dikenal luas setelah dipercaya menjabat sebagai Duta Besar RI untuk Mesir pada periode 2002-2005. Ia juga pernah mengemban tugas sebagai penasihat ahli Kapolri RI.
Selama bertugas di Mesir, Bachtiar Aly menorehkan sejumlah capaian penting. Salah satunya adalah menggagas pembangunan "Rumah Indonesia" serta membina sekitar 4.488 warga negara Indonesia yang berada di Mesir.
Baca Juga: AS Panggil Dubes Malaysia Usai PM Anwar Ibrahim Usir Warga Israel
Di bidang politik, Bachtiar Aly juga pernah menjadi anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Aceh I melalui Partai NasDem.
Hingga kini belum ada informasi resmi mengenai riwayat penyakit yang diderita Bachtiar Aly sebelum meninggal dunia.
Lahir di Banda Aceh pada 21 Desember 1949, Bachtiar Aly merupakan putra pasangan Moehammad Aly bin Tengku Syaikh Aly dan Nyak Gade binti Tengku Nyak Baek.
Masa kecil hingga remajanya dihabiskan di Banda Aceh. Ia menempuh pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga SMP di kota kelahirannya sebelum melanjutkan pendidikan ke Bandung setelah lulus dari SLTP Negeri 1 Banda Aceh.
Di Kota Kembang, ia menyelesaikan pendidikan menengah di SMA YPU Bandung dan meraih gelar sarjana muda di Fakultas Publisistik Universitas Padjadjaran (Unpad). Selanjutnya, ia melanjutkan studi magister dan doktor di Jerman.
Sejak masa sekolah dan kuliah, Bachtiar Aly aktif dalam berbagai organisasi. Kemampuan kepemimpinannya membuatnya dipercaya menjadi instruktur pelatihan Student Leadership di sejumlah negara, seperti Kairo dan Athena pada 1976, London pada 1979, serta Paris pada 1980.
Prestasi akademiknya juga mendapat pengakuan internasional. Ia menerima penghargaan Besondere Auszeichnung dari Rektor Universitas Muenster setelah meraih gelar doktor dengan predikat summa cum laude. Penghargaan tersebut menjadi yang pertama diberikan kepada warga negara asing sejak Fakultas Filsafat Westfaelische Wilhelms Universitaet mulai meluluskan sarjana pada 1939.
Pengalaman Bachtiar Aly di dunia legislatif juga cukup panjang. Pada 29 Juli 1983, ia bergabung sebagai Tim Ahli Fraksi Karya Pembangunan (FKP) DPR RI. Kemudian, pada 24 Juli 1998, ia resmi dilantik sebagai anggota DPR/MPR RI.
Saat berada di parlemen pada era Reformasi, Bachtiar Aly aktif sebagai anggota Badan Pekerja MPR RI dan Komisi I DPR RI. Ia terlibat dalam berbagai pembahasan legislasi, antara lain sebagai Floor Leader, anggota Tim Lobi, panitia khusus, hingga tim inti penyusunan Undang-Undang Pers Nomor 40, Undang-Undang HAM, Undang-Undang Hubungan Luar Negeri, serta menjadi salah satu penggagas Undang-Undang Nomor 44 tentang Penyelenggaraan Daerah Istimewa Aceh.
Di luar parlemen, Bachtiar Aly juga dipercaya menduduki sejumlah jabatan strategis. Ia pernah menjabat Ketua Dewan Guru Besar FISIP Universitas Indonesia dan menjadi penasihat di berbagai organisasi profesi, termasuk Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
Selain itu, ia juga mengabdi sebagai Widyaiswara Caraka Muda di Pusat Penelitian dan Pengembangan Departemen Luar Negeri dengan mengampu mata kuliah Pembentukan Public Opinion dan Komunikasi Antarbudaya sejak 1997.
Ketika kembali terjun ke dunia politik bersama Partai NasDem, Bachtiar Aly ditempatkan di Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, intelijen, hubungan luar negeri, komunikasi, dan informatika setelah terpilih dari Daerah Pemilihan Aceh I.
Prof. Dr. H. Bachtiar Aly, MA (Istimewa)