Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas China menjatuhkan sanksi kepada platform perjalanan daring Trip.com berupa denda dan penyitaan dengan total nilai 770 juta dolar AS atau sekitar Rp13,7 triliun setelah perusahaan tersebut dinilai menyalahgunakan posisi dominannya di pasar pemesanan hotel daring domestik.
Berdasarkan laporan Channel News Asia pada Sabtu, 25 Juli 2026 waktu setempat, regulator menyebut Trip.com menerapkan mekanisme alokasi lalu lintas, aturan platform, serta langkah-langkah teknis untuk menjalin perjanjian eksklusif dengan sejumlah hotel demi menawarkan harga paling rendah kepada pelanggan.
Atas pelanggaran tersebut, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) menyita keuntungan yang dianggap ilegal sebesar 1,66 miliar yuan serta menjatuhkan denda senilai 3,52 miliar yuan.
Selain itu, SAMR juga memerintahkan Trip.com mengembalikan uang muka pemesanan sebesar 122 juta yuan yang dinilai telah ditahan perusahaan dari para operator hotel.
Dalam pernyataannya di situs resmi, SAMR menyebut praktik tersebut merugikan persaingan usaha maupun konsumen karena membatasi keleluasaan hotel untuk beroperasi di berbagai platform serta menentukan harga mereka sendiri.
Baca juga: Kapal Vietnam Tenggelam di Laut China Selatan
Sementara itu, pihak Trip.com menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh atas kasus tersebut.
"Kami dengan tulus menerima dan akan sepenuhnya mematuhinya, dan akan secara ketat mengikuti persyaratan regulator untuk secara sistematis menerapkan setiap langkah perbaikan, memastikan bahwa semua langkah dilakukan secara efektif," kata perusahaan.
Penyelidikan antimonopoli terhadap Trip.com dimulai pada Januari setelah muncul keluhan yang menuding perusahaan menerapkan persyaratan tidak adil kepada hotel serta melakukan manipulasi harga.
Sanksi tersebut dijatuhkan di tengah langkah pemerintah Beijing memperketat pengawasan terhadap persaingan yang dinilai tidak sehat di kalangan platform internet, termasuk praktik perang harga berlebihan yang menurut otoritas telah merugikan dunia usaha dan memicu tekanan deflasi.
(Sumber: Antara)
Turis menikmati keindahan Danau Yamdrok yang berada di lereng utara Himalaya, masuk di bawah administrasi Kota Shannan, Daerah Otonom Xizang, China, Jumat, 24 Juli 2026. Danau yang berada di ketinggian 4.441 meter di atas permukaan laut tersebut terkenal karena punya berbagai variasi warna biru dan juga menjadi danau suci bagi umat Buddha Tibet sehingga terlarang untuk berenang, memancing atau kegiatan lain. (Antara)