Jerman dan Qatar Resmi Jadi Mitra Dialog Sektoral ASEAN

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 21 Jul 2026, 17:48
thumbnail-author
Annisa Aldifa Keyla
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Luar Negeri RI Sugiono (ketiga kanan) dalam foto bersama sebelum pertemuan ASEAN Foreign Ministers' Meeting (AMM) Retreat di Cebu, Filipina Menteri Luar Negeri RI Sugiono (ketiga kanan) dalam foto bersama sebelum pertemuan ASEAN Foreign Ministers' Meeting (AMM) Retreat di Cebu, Filipina (Antara)

Ntvnews.id, Manila - Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) ke-59 menyepakati pemberian status Mitra Dialog Sektoral kepada Jerman dan Qatar. Dalam pertemuan yang sama, ASEAN juga menerima Turkiye sebagai Mitra Dialog ke-12.

Ketua AMM ke-59 yang juga Menteri Luar Negeri Filipina, Ma. Theresa Lazaro, mengatakan keputusan tersebut menunjukkan semakin besarnya kepercayaan mitra internasional terhadap ASEAN sekaligus memperkuat keterlibatan dengan organisasi kawasan itu.

"Perkembangan ini menunjukkan kepercayaan berkelanjutan para mitra terhadap ASEAN. Kami juga memandangnya sebagai langkah positif untuk mewujudkan aspirasi Visi Komunitas ASEAN 2045," kata Lazaro, sebagaimana dikutip dari situs resmi ASEAN 2026, Selasa, 21 Juli 2026.

Menurut Lazaro, penetapan Jerman sebagai Mitra Dialog Sektoral merupakan bentuk apresiasi atas dukungan jangka panjang negara tersebut kepada ASEAN, termasuk komitmennya dalam memperkuat pembangunan Komunitas ASEAN.

Baca Juga: Menlu RI Ajak ASEAN Pastikan Pembangunan Memberikan Manfaat Nyata bagi Masyarakat

Sementara itu, Qatar memperoleh status yang sama karena hubungan kerja sama dengan ASEAN terus berkembang di berbagai bidang, seperti diplomasi, pembangunan, bantuan kemanusiaan, pendidikan, konektivitas, hingga aksesi negara tersebut terhadap Traktat Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (TAC).

Dalam sidang pleno, para menteri luar negeri ASEAN juga menyampaikan dukungan penuh terhadap peringatan 50 tahun TAC yang akan berlangsung pada Kamis, 24 Juli 2026.

Pada kesempatan tersebut, Polandia, Rumania, Swedia, dan Lithuania dijadwalkan resmi bergabung sebagai pihak dalam traktat tersebut.

Selain itu, ASEAN mengesahkan Pernyataan Menteri Luar Negeri ASEAN mengenai perkembangan situasi di Timur Tengah serta Pedoman Mekanisme Keterlibatan ASEAN dengan para pihak dalam TAC.

Lazaro menjelaskan bahwa pernyataan mengenai Timur Tengah disepakati sebagai respons atas meningkatnya konflik di kawasan tersebut, terutama yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran.

Baca Juga: ASEAN Serukan Persatuan Hadapi Ketidakpastian Geopolitik di Pertemuan Menlu ke-59

Menurut dia, pernyataan yang diusulkan Filipina selaku Ketua ASEAN itu bertujuan memperkuat sikap bersama negara-negara ASEAN dalam menjaga perdamaian serta stabilitas kawasan.

Adapun pedoman keterlibatan dengan para pihak TAC akan menjadi kerangka baru bagi pelaksanaan kerja sama praktis antara ASEAN dan negara-negara peserta traktat. Pedoman tersebut diharapkan mampu mendukung pembangunan kawasan, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta memperkuat hubungan politik, ekonomi, dan sosial budaya.

Rangkaian AMM ke-59 masih akan berlanjut sepanjang pekan ini melalui pertemuan ASEAN bersama para mitra dialog, ASEAN Plus Three (APT), ASEAN Regional Forum (ARF), East Asia Summit (EAS), serta peringatan 50 tahun TAC.

(Sumber: Antara)

x|close