Yen Jepang Melemah ke Level Terendah Sejak 1986 Akibat Ketegangan Timur Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Jul 2026, 16:33
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jepang turun ke posisi ketiga dalam peringkat global untuk kreditur bersih pada 2025, meskipun aset eksternal bersihnya (net external asset) mencapai rekor tertinggi, kata Kementerian Keuangan Jepang pada Selasa, 26 Mei 2026. Jepang turun ke posisi ketiga dalam peringkat global untuk kreditur bersih pada 2025, meskipun aset eksternal bersihnya (net external asset) mencapai rekor tertinggi, kata Kementerian Keuangan Jepang pada Selasa, 26 Mei 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Tokyo - Nilai tukar yen Jepang kembali tertekan hingga menyentuh level terendah dalam hampir 40 tahun. Pada perdagangan Rabu pagi, 22 Juli 2026, mata uang Jepang berada di kisaran bawah 163 yen per dolar Amerika Serikat, level yang terakhir kali tercatat pada Desember 1986.

Pada pukul 09.00 waktu setempat, dolar AS diperdagangkan di kisaran 163,18 hingga 163,20 yen. Sebelumnya, di pasar New York, mata uang AS berada pada level 163,13 hingga 163,23 yen.

Baca JugaKemenkeu Jepang Gelontorkan Rp1.300 Triliun demi Tahan Pelemahan Yen

Penguatan dolar AS dipicu meningkatnya permintaan investor terhadap mata uang tersebut sebagai aset aman di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Baca JugaMentrans Bidik Jepang Jadi Pasar Ekspor Baru Mangga Jawa Timur

Pelemahan yen berdampak pada kenaikan harga berbagai barang impor, mulai dari energi hingga bahan pangan. Kondisi tersebut menambah tekanan terhadap perekonomian Jepang yang bergantung pada impor sumber daya sekaligus membebani pengeluaran rumah tangga.

(Sumber: Antara)

 
 
 
x|close