Viral! Debat Panas Mahasiswa dengan Wakil Rektor UNY yang Sebut Spanduk Mahasiswa "Sampah"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 26 Jun 2026, 09:19
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mahasiswa dan Wakil Rektor UNY yang Berdebat Mahasiswa dan Wakil Rektor UNY yang Berdebat (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Aksi demonstrasi mahasiswa di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi sorotan publik setelah video perdebatan antara massa aksi dengan Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum, Siswanto, viral di media sosial. Perdebatan tersebut dipicu oleh pemasangan spanduk kritik mahasiswa yang dinilai mengotori area kampus.

Dalam video yang beredar, Siswanto yang mengenakan kemeja putih lengan panjang tampak menghampiri mahasiswa dan menyoroti spanduk yang dibawa saat aksi. Ia menilai spanduk tersebut tidak pantas dipasang karena dianggap mengganggu kebersihan dan pemandangan di lingkungan kampus.

"Itu sampah, kotor itu mas, banyak orang yang menyatakan bersih itu gak waras, kotor itu, lihat kotor mengotori lantai, mengotori pandangan, kotor itu, tak pantas," ujar Siswanto.

Pernyataan tersebut langsung mendapat respons dari salah seorang mahasiswa yang mempertanyakan apakah spanduk lebih bermasalah dibanding kebijakan yang mereka kritik.

"Lebih kotor itu atau kebijakan pak?" tanya mahasiswa.

Siswanto kemudian menjawab singkat.

"Lebih kotor itu."

Perdebatan berlanjut ketika mahasiswa menyinggung rencana pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di lingkungan UNY.

Baca Juga: Bahlil Panggil Bos PGN Buntut Kenaikan Harga Gas Industri

"SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) gak kotor pak?" ujar mahasiswa.

Mendengar pertanyaan itu, Siswanto justru mempertanyakan dasar tudingan bahwa UNY akan membangun SPPG. Dengan nada tinggi, ia berulang kali meminta mahasiswa menunjukkan sumber informasi tersebut.

"Katakan dimana SPPG itu kalau kamu bilang itu ada."

Mahasiswa pun merespons dengan menawarkan untuk menunjukkan pernyataan yang dimaksud.

"Mau saya tunjukkan pak?"

Namun Siswanto kembali mendesak.

"Kata kan dimana."

Mahasiswa kembali menjawab.

"Mau saya kasih statemennya pak?"

Siswanto kembali menegaskan pertanyaannya.

"Katakan di mana?!"

Aksi tersebut diketahui digelar oleh aliansi mahasiswa UNY yang dimotori Garda Biru. Dalam keterangan yang diunggah melalui akun Instagram mereka, demonstrasi dilakukan sebagai bentuk respons terhadap sejumlah kebijakan kampus, mulai dari penolakan terhadap rencana pembangunan SPPG di UNY, penerapan kebijakan triple gate, hingga tes kesehatan bagi mahasiswa baru.

Baca Juga: Paus Leo XIV Salurkan Bantuan Darurat Rp1,8 Miliar untuk Korban Gempa Kembar Venezuela

Selain menyuarakan isu di tingkat kampus, massa aksi juga membawa sejumlah tuntutan terkait kebijakan nasional.

"Di kebijakan nasional kami menyoroti terkait matinya cita-cita reformasi ketika peran militer di sipil kembali menguat, serta menolak progam-progam strategis pemerintah seperti MBG, Kopdes, dan Danantara karena dinilai kurang perencanaan yang baik sehingga transparansi dan akuntabilitasnya lemah yang menyebabkan peluang korupsi pada proyek-proyek itu tinggi," demikian keterangan Garda Biru.

Garda Biru menjelaskan bahwa semula massa berencana menggelar aksi teatrikal di tangga rektorat dan memasang spanduk di balkon gedung. Namun, rencana tersebut disebut dihalangi sehingga mereka tidak diizinkan memasuki area tersebut tanpa penjelasan yang dianggap memadai.

Menurut Garda Biru, setelah spanduk akhirnya hendak dibentangkan di tangga selasar, terjadi perdebatan dengan Wakil Rektor Bidang SDM dan Hukum.

"Saat spanduk itu jadinya mau digelar di tangga selasar. WR SDM dan Hukum UNY mengatakan bahwa spanduk kritik kita itu kotor, dan sampah. Selain itu beliau sempat berdebat dan mempertanyakan keberadaan SPPG di UNY. Padahal tujuan kita aksi salah satunya untuk merespons rencana dari rektor yang berstatmen menerima SPPG di UNY," tulis Garda Biru.

Karena aksi teatrikal tidak dapat dilaksanakan di sekitar gedung rektorat dengan mempertimbangkan kondisi area yang menjadi lokasi foto wisuda, massa akhirnya memindahkan kegiatan ke depan gerbang utama UNY. Di lokasi tersebut, mahasiswa melanjutkan demonstrasi dengan menggelar teatrikal meruwat, menyampaikan orasi, serta membacakan puisi.

x|close