APPEMI Siap Advokasi Pengelola Profesional dan Ekosistem MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Jun 2026, 21:30
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Asosiasi Pengelola, Profesional dan Ekosistem MBG Indonesia (APPEMI). Asosiasi Pengelola, Profesional dan Ekosistem MBG Indonesia (APPEMI).

Ntvnews.id, Jakarta - Asosiasi Pengelola, Profesional dan Ekosistem MBG Indonesia (APPEMI) secara resmi mendeklarasikan berdirinya organisasi pada hari ini, Jumat, 19 Juni 2026, bertempat di Markas APPEMI, Jl. Kramat Raya, Jakarta Pusat. Momentum bersejarah ini dihadiri langsung oleh jajaran dewan pendiri, para deklarator, serta pemangku kepentingan (stakeholder) ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia.

Dalam sambutan utamanya, Ketua Umum DPP APPEMI, Akhmad Syarbini, atau biasa dipanggil Abi, memaparkan secara gamblang arah filosofis organisasi yang termaktub dalam Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) APPEMI.

"Visi utama APPEMI adalah membangun ekosistem Pengelola, Profesional, pemasok pangan dan UMKM olahan yang berdaulat, berdaya saing global, dan berkeadilan. Sesuai amanat AD/ART, misi suci kami adalah mengintegrasikan seluruh pengelola , professional dan potensi pengusaha lokal, serta menjamin standardisasi mutu pasokan, dan menjadi jembatan inklusif yang menghubungkan hulu ke hilir demi terwujudnya ketahanan pangan nasional," ujar Akhmad Syarbini.

Sebagai pengurus di Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Abi juga memberikan penekanan kuat pada fungsi fundamental APPEMI dalam hal advokasi dalam naungan KADIN. "APPEMI lahir untuk memastikan bahwa kepentingan pengelola, para pelaku usaha dan pemasok di daerah terlindungi. Kami akan menjalankan fungsi advokasi secara totalitas agar regulasi yang lahir berpihak pada keberlangsungan usaha anggota. Namun di sisi lain, sebagai mitra terdepan pemerintah, APPEMI tetap kritis dan berkomitmen penuh untuk mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyukseskan program-program strategis nasional, khususnya yang diorkestrasi oleh Badan Gizi Nasional (BGN)," tambahnya.

Terkait dinamika regulasi dan kebijakan terkini, Abi juga memberikan catatan penting sekaligus harapan kepada nakhoda baru Badan Gizi Nasional (BGN). Ia mengingatkan agar pimpinan baru BGN tidak melupakan rekam jejak dan sejarah awal berdirinya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

"Kami berharap pimpinan baru BGN bersedia menengok kembali histori awal berdirinya SPPG. Pada masa-masa merintis itu, mencari mitra investor yang percaya pada ekosistem ini sangatlah sulit. Perjuangan berdarah-darah itu harus dihargai dengan cara tetap merangkul mitra-mitra lokal yang sejak awal memiliki komitmen. BGN dan ketahanan pangan tidak bisa dipisahkan dari peran para pengusaha yang berani mengambil risiko di masa awal," jelas Abi.

Di sela-sela acara deklarasi, Sekretaris Jenderal APPEMI, Mohammad Yazid, yang juga merupakan salah satu pendiri utama asosiasi ini, memberikan pandangan strategisnya mengenai peta jalan organisasi ke depan.

Menurut Mohammad Yazid, kekuatan APPEMI terletak pada soliditas jaringan anggotanya yang tersebar di berbagai daerah. Ia menekankan bahwa deklarasi hari ini bukan sekadar seremonial, melainkan sebuah maklumat konsolidasi ekonomi.

"Sebagai bagian dari pendiri, saya melihat APPEMI memiliki tanggung jawab moral yang besar. Ekosistem Makan Bergizi Gratis (MBG) ini adalah rantai pasok yang masif. Pendapat saya, kunci keberhasilan program nasional ini ada pada kepastian pasokan dan kualitas. Melalui wadah APPEMI, kita menyatukan visi para pengusaha daerah agar memiliki posisi tawar yang sehat, standardisasi yang rapi, dan tidak ada lagi ketimpangan informasi antara pusat dan daerah," ujar Mohammad Yazid.

Lebih lanjut, Yazid menambahkan, "Kami di kesekretariatan jenderal akan segera bergerak cepat menyusun program kerja turunan dari AD/ART. Fokus 100 hari kerja pertama kami adalah penguatan kelembagaan di tingkat wilayah dan mematangkan sistem database anggota, sehingga ketika BGN atau instansi pemerintah lainnya membutuhkan mitra pemasok yang ready dan tersertifikasi, APPEMI sudah siap menyediakannya secara instan."

Di sisi lain, Dewan Pembina DPP APPEMI, Hasan Fatoni, menyampaikan bahwa selama ini para perintis dapur-dapur MBG benar-benar telah mendukung program dengan mengeluarkan modal investasi yang tidak kecil, minimal Rp 1,5 miliar sampai dengan Rp 2,5 miliar.

Namun ketika aturan regulasi berubah terus-terusan secara sepihak, lalu para perintis dapur ini yang rata-rata adalah mitra atau yayasan tanpa didengar atau diminta pendapat, yang sehausnya diberikan penghargaan, malah dizalimi dengan beban-beban yang seharusnya itu sudah ada alokasinya dalam operasional, bukan dialokasikan yang seharusnya sebagai sewa, dan bukan insentif nomenklaturnya. Itulah makanya, kata dia DPP APPEMI perlu didukung keberadaannya, agar menjadi mitra yang berimbang dalam menyuarakan fakta-fakta untuk kepentingan semua pihak, baik mitra, profesional, ekosistem maupun pemerintah.

Acara deklarasi ditutup dengan penandatanganan piagam deklarasi oleh para pendiri dan foto bersama seluruh stakeholder ekosistem MBG yang hadir, menandai babak baru kontribusi dunia usaha terhadap perbaikan gizi dan ketahanan pangan bangsa.

x|close