Kemendukbangga Perkuat Penyaluran MBG untuk Ibu Hamil, Ibu Menyusui dan Balita

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Jun 2026, 15:53
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kiri) dalam rapat koordinasi penataan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji (dua dari kiri) dalam rapat koordinasi penataan tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN terus memperkuat penataan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita atau yang dikenal sebagai kelompok 3B. Upaya tersebut dilakukan dengan dukungan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang selama ini berperan dalam memastikan program berjalan tepat sasaran.

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga sekaligus Kepala BKKBN Wihaji mengatakan jumlah penerima manfaat dari kelompok 3B kini telah mencapai hampir 10 juta jiwa.

"Hari ini kelompok 3B yang menerima manfaat sudah mencapai 9,9 juta jiwa, terdiri dari 911 ribu ibu hamil, 2,2 juta ibu menyusui, dan sekitar 6 juta balita. Ini merupakan capaian penting dalam upaya memperkuat intervensi gizi bagi kelompok yang paling membutuhkan," ujar Mendukbangga/Kepala BKKBN Wihaji dalam keterangan yang dikonfirmasi di Jakarta, Jumat, 12 Juni 2026.

Menurut Wihaji, capaian tersebut tidak terlepas dari kontribusi lebih dari 122 ribu Tim Pendamping Keluarga yang tersebar di berbagai daerah.

Ia menjelaskan bahwa para TPK berperan aktif dalam mendistribusikan makanan bergizi kepada kelompok sasaran serta memastikan makanan yang diterima benar-benar dikonsumsi sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat.

Selain melakukan penataan terhadap kelompok penerima manfaat, Kemendukbangga/BKKBN juga berupaya memperkuat layanan MBG di wilayah terdepan, tertinggal, dan terluar (3T).

Untuk mengatasi berbagai kendala distribusi di daerah tersebut, pemerintah menawarkan pemanfaatan program Dapur Anak Sehat Atasi Stunting (DAHSAT) sebagai alternatif model pelayanan.

"Yang terakhir, sebenarnya ini untuk 3T saya kira, dulu kita sering berdiskusi tentang solusi untuk 3T dengan skema lain. Kita punya namanya DAHSAT atau Dapur Anak Sehat Atasi Stunting," paparnya.

Wihaji menilai DAHSAT dapat menjadi salah satu solusi penyediaan makanan bergizi berbasis masyarakat yang selama ini telah diterapkan di sejumlah daerah. Skema tersebut diharapkan mampu mendukung pelaksanaan MBG di wilayah yang memiliki keterbatasan akses dan infrastruktur sehingga manfaat program dapat diterima secara optimal oleh kelompok 3B di kawasan 3T.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S. Deyang mengungkapkan pihaknya saat ini tengah melakukan penataan dan refocusing atau penyesuaian program MBG agar lebih tepat sasaran. Fokus utama diarahkan pada kelompok 3B dan masyarakat yang berada di wilayah 3T.

Menurut Nanik, kelompok 3B menjadi prioritas karena intervensi gizi dinilai paling efektif dilakukan sejak masa kehamilan hingga anak memasuki usia sekolah dasar.

"Sebetulnya saya sudah diskusi dengan profesor-profesor terkait hal itu, sebetulnya intervensi kita ini adalah di usia kandungan satu bulan hingga 9 tahun atau sampai SD," ucap Nanik.

Ia menambahkan, perhatian BGN saat ini juga difokuskan pada daerah-daerah 3T guna memastikan 63 juta penerima manfaat memperoleh layanan yang berkualitas dan benar-benar menyasar kelompok yang menjadi prioritas.

Selain melakukan penyesuaian terhadap sasaran penerima manfaat, BGN juga mendorong pemanfaatan berbagai fasilitas yang telah tersedia di tengah masyarakat untuk mempercepat perluasan layanan MBG, khususnya di wilayah yang masih menghadapi keterbatasan.

Pemerintah terus mengedepankan pendekatan kolaboratif dengan melibatkan berbagai pihak serta memanfaatkan infrastruktur yang sudah ada. Langkah ini dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan MBG secara lebih cepat tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pembangunan fasilitas baru yang dibiayai melalui APBN.

(Sumber: Antara)

x|close