BGN Hapus 76 Sekolah dari Penerima MBG

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 22:51
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari (Ntvnews.id/ Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) mulai melakukan pemfokusan penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga hari ini, 76 sekolah di Pulau Jawa yang dinilai mampu memenuhi kebutuhan gizi siswa secara mandiri tidak lagi masuk dalam daftar penerima program tersebut.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, mengungkapkan bahwa keputusan tersebut diambil setelah dilakukan pendataan dan evaluasi terhadap kondisi sekolah-sekolah penerima manfaat.

"Sampai dengan hari ini, tanggal hari ini, kami sudah melakukan pendataan dan sudah teridentifikasi 76 sekolah di Pulau Jawa sementara ini (tidak lagi menerima MBG),” katanya di kantor BGN Jakarta, Kamis, 18 Juni 2026.

Menurut Agustina, data tersebut masih bersifat sementara dan akan terus diperbarui seiring proses pemutakhiran data yang dilakukan BGN. Langkah ini merupakan bagian dari strategi refocusing atau penyesuaian sasaran penerima manfaat agar program pemerintah lebih efektif dan tepat sasaran.

Dana yang sebelumnya dialokasikan untuk sekolah-sekolah tersebut akan dialihkan kepada kelompok masyarakat yang memiliki tingkat kerentanan gizi lebih tinggi dan membutuhkan dukungan pemerintah.

Kelompok prioritas yang menjadi fokus BGN meliputi anak-anak di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), ibu hamil, ibu menyusui, serta balita yang membutuhkan intervensi gizi secara optimal.

BGN menegaskan bahwa penyesuaian penerima manfaat dilakukan untuk memastikan setiap anggaran yang digunakan benar-benar memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat.

"Hal ini kami lakukan agar program makan bergizi gratis ini benar-benar secara efektif. Efektif itu diberikan kepada mereka yang tepat sasaran dan efisien," ungkapnya.

Ia menambahkan, pemerintah berkomitmen mengarahkan dukungan kepada masyarakat yang memiliki keterbatasan akses terhadap makanan bergizi dan berisiko mengalami masalah gizi.

Saat ini BGN masih terus memperbarui data penerima manfaat dengan mempertimbangkan berbagai indikator penting. Beberapa di antaranya adalah tingkat kerentanan gizi, kondisi sosial ekonomi keluarga, hingga akses terhadap sumber pangan bergizi.

Hasil pemutakhiran data tersebut nantinya akan menjadi dasar dalam menentukan kelompok prioritas penerima Program Makan Bergizi Gratis di seluruh Indonesia.

x|close