Eksekusi Hotel Sultan Ricuh, Wartawan NTVNews.id Terkena Lemparan Batu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 18 Jun 2026, 14:44
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Kericuhan saat pengosongan lahan di hotel Sultan GBK Kericuhan saat pengosongan lahan di hotel Sultan GBK (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Kericuhan mewarnai proses eksekusi Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno, Jakarta, Kamis (18/6/2026) pagi. Situasi memanas ketika massa yang menolak pelaksanaan eksekusi terlibat bentrokan dengan aparat keamanan dan melakukan aksi pelemparan ke arah petugas maupun awak media yang berada di lokasi.

Di tengah kondisi yang tidak kondusif tersebut, seorang jurnalis NTVNews.id bernama April menjadi korban lemparan batu saat menjalankan tugas peliputan. Insiden terjadi ketika ia berada di area sekitar lokasi eksekusi untuk mengambil gambar dan merekam perkembangan situasi di lapangan.

Sebelum insiden terjadi, aparat gabungan dari kepolisian dan TNI AD yang berada di garis depan sempat terdesak akibat perlawanan massa simpatisan. Massa yang menolak eksekusi melemparkan berbagai benda ke arah petugas, mulai dari batu, botol air mineral hingga bambu panjang.

Kondisi itu memaksa sejumlah personel Dit Samapta Polda Metro Jaya bersama awak media mundur untuk menghindari serangan. Di saat yang sama, Juru Sita Pengadilan Negeri Jakarta Pusat juga terlihat berlarian menjauh dari titik kericuhan karena khawatir terkena lemparan benda keras dari massa.

Baca Juga: Eksekusi Eks Hotel Sultan Berlangsung Ricuh, Aparat Dilempari Batu

April mengaku terkena lemparan batu ketika berada di belakang barisan aparat yang tengah berupaya memasuki area untuk menjalankan proses eksekusi. Ketika itu, April sedang mengambil gambar dari jarak dekat lingkungan Hotel Sultan.

"Pada saat massa menghalangi aparat masuk untuk eksekusi, saya tepat berada di belakang aparat dan kena lemparan batu. Momennya itu pas ambil video gambar dari dekat di area halaman Hotel Sultan," ujarnya.

Akibat lemparan tersebut, batu mengenai bagian belakang kepalanya. Beruntung, tidak ada luka serius yang dialami meski sempat mengalami pusing sesaat.

"Saya terkena batu kerikil ukuran cukup besar, untungnya tidak ada luka atau darah, tapi sempat kliyengan karena batu tersebut mengenai kepala dibagian belakang," lanjutnya.

Meski telah berulang kali diperintahkan untuk menghentikan aksi oleh pimpinan kepolisian melalui kendaraan taktis, massa tetap bertahan dan terus melakukan perlawanan. Untuk mengendalikan situasi, aparat akhirnya mengerahkan mobil water cannon dan menyemprotkan air ke arah massa yang masih melakukan penyerangan.

x|close