Sebelum Meninggal, Diding Boneng Sempat Keluhkan Sakit Perut hingga Didiagnosa Jantung

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 3 Agu 2026, 12:05
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Diding Boneng Diding Boneng (Dokumentasi)

Ntvnews.id, Jakarta - Dunia hiburan Tanah Air kembali berduka. Aktor sekaligus komedian legendaris Zainal Abidin Zetta, atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Diding Boneng, telah mengembuskan napas terakhirnya. Sang adik, Zainal Arifin, membeberkan kronologi lengkap perjalanan sakit hingga detik-detik terakhir sang kakak sebelum tutup usia.

Menurut penjelasan Zainal Arifin, kondisi kesehatan Diding Boneng mulai menurun saat ia mengeluh sakit pada bagian perutnya. Pihak keluarga pun segera membawa aktor senior tersebut ke dokter untuk menjalani pemeriksaan.

"Awalnya dia masih di rumah, mengeluh sakit perut. Dari pihak keluarga kemudian memeriksakannya ke dokter. Hasil diagnosa awal menyebutkan ada maag, gangguan jantung, dan asma," ujar, 3 Agustus 2026.

Zainal menambahkan bahwa penyakit asma yang diderita sang kakak merupakan penyakit bawaan atau genetik. 

"Kalau asma memang genetik. Dari bapak saya, beliau, sampai saya pun asma. Jadi memang keturunan," jelasnya.

Kondisi Diding tidak kunjung membaik setelah pulang dari dokter. Ia justru mengalami sesak napas yang cukup parah, sehingga keluarga memutuskan untuk melarikannya ke Rumah Sakit Tarakan. Setelah dilakukan pemeriksaan intensif di rumah sakit, barulah diketahui bahwa Diding terkena serangan stroke.

Diding Boneng sempat menjalani perawatan intensif selama sepuluh hari di rumah sakit. 

"Tujuh hari di unit stroke, kemudian dipindahkan ke ruang perawatan umum selama tiga hari karena kondisinya sudah mulai stabil dan membaik," kata Zainal.

Setelah sepuluh hari dirawat, Diding diperbolehkan pulang karena kondisinya dianggap sudah cukup pulih. Namun, Zainal menceritakan bahwa kakaknya adalah sosok yang sangat aktif dan sulit untuk diminta beristirahat total di rumah.

"Sampai di rumah, beliau kan orangnya aktif, nggak mau istirahat, maunya keluar terus. Saya sempat larang, saya minta di rumah saja. Kalau ada perlu sama teman-teman, biar mereka yang ke sini. Beliau mengiyakan," kenang Zainal.

Kondisi Diding kembali menurun drastis pada malam sebelum ia dinyatakan meninggal dunia. Adik-adiknya memberikan kabar bahwa kondisi sang kakak mulai mengkhawatirkan.

"Semalam saya dikasih tahu, disuruh lihat abang. Pas saya lihat, memang sudah susah bernapas dan sudah tidak bisa bicara lagi," ungkap Zainal dengan nada sedih.

Melihat kondisi tersebut, Zainal segera memanggil anak-anak Diding untuk berkumpul dan mendampingi sang ayah di masa kritis sembari membacakan doa dan mengaji. Setelah sempat pulang sebentar ke rumahnya, Zainal akhirnya menerima kabar duka tepat setelah waktu Subuh.

"Habis Subuh, keponakan saya (anak Diding) datang lagi. Dia bilang, 'Om, Bapak sudah nggak ada'," tutup Zainal.

HIGHLIGHT

x|close