Ntvnews.id, Jakarta - TNI Angkatan Laut (TNI AL) berhasil menggagalkan upaya penyelundupan mineral mentah strategis yang diduga akan diekspor secara ilegal melalui perairan Batam, Kepulauan Riau. Dalam operasi tersebut, petugas menemukan muatan yang mengandung logam tanah jarang (LTJ) serta unsur radioaktif berbahaya.
Berdasarkan keterangan resmi TNI AL yang diterima di Jakarta, Kamis, pengungkapan kasus ini bermula saat KRI Kujang-642 yang berada di bawah kendali operasi Gugus Keamanan Laut (Guskamla) Komando Armada (Koarmada) I mendeteksi aktivitas mencurigakan dari kapal TB Capricorn 106 dan TK Capricorn 92.210 pada 16 Mei 2026.
Menindaklanjuti temuan tersebut, unsur Koarmada RI melakukan pemeriksaan terhadap kedua kapal. Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya muatan yang mengandung logam tanah jarang dan unsur radioaktif yang tergolong berbahaya.
Personel Marinir TNI AL menggelar simulasi tempur di Markas Pasmar 1, Cilandak, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2026) ANTARA/Ho-Humas TNI AL (Antara)
"Setelah diperiksa, muatan tersebut mengandung logam tanah jarang (LTJ) serta unsur radioaktif berbahaya lainnya," demikian pernyataan dalam siaran pers TNI AL.
Pemeriksaan dilakukan berdasarkan ketentuan dalam United Nations Convention on the Law of the Sea 1982 (UNCLOS) 1982 yang memberikan kewenangan kepada negara pantai untuk melakukan penegakan hukum di wilayah perairan kepulauan, laut teritorial, zona tambahan, zona ekonomi eksklusif (ZEE), dan landas kontinen.
Selain itu, kewenangan TNI AL dalam menjalankan tugas penegakan hukum di laut juga diperkuat melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2025 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 34 Tahun 2004 tentang Tentara Nasional Indonesia.
Baca Juga: Iran Klaim 18 Aset Militer AS di Timur Tengah Jadi Sasaran Serangan Balasan
Dalam keterangannya, TNI AL menegaskan bahwa barang yang ditemukan di dalam kapal tersebut termasuk kategori komoditas yang dilarang untuk diekspor. Atas dasar itu, seluruh muatan langsung diamankan dan diserahkan kepada aparat penegak hukum untuk proses penyelidikan dan penanganan lebih lanjut.
TNI AL menilai keberhasilan operasi ini menjadi bukti kesiapsiagaan prajurit di lapangan sekaligus menunjukkan efektivitas koordinasi lintas instansi dalam menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia.
"Keberhasilan ini merupakan wujud nyata dari kesiapsiagaan serta ketajaman intelijen prajurit di lapangan, serta sinergitas yang sangat baik antara instansi pemerintah," demikian penegasan dalam siaran pers tersebut.
Keberhasilan pengungkapan kasus ini sekaligus memperlihatkan komitmen TNI AL dalam menjaga kedaulatan maritim nasional dan mencegah kebocoran sumber daya strategis yang berpotensi merugikan negara.
Aksi Cepat TNI AL! Kapal Pembawa Mineral Mentah Ditangkap di Perairan Batam (ANTARA)