Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut (KSAL) Muhammad Ali mengatakan seluruh awak KRI Canopus-936 telah menjalani pelatihan selama tujuh bulan di sejumlah negara Eropa.
Pelatihan tersebut dilakukan untuk membekali para personel dengan kemampuan navigasi serta ilmu hidrografi atau pemetaan wilayah laut.
“Mereka melaksanakan pelatihan di Jerman dan sebelumnya juga mereka pernah melaksanakan pelatihan dan pendidikan di Prancis, di berbagai negara, termasuk di Indonesia sendiri karena kita udah ada sekolah hidrografi,” kata Ali di Dermaga Kolinlamil, Jakarta, Senin, 11 Mei 2026.
Baca Juga: TNI AL Akan Datangkan Kapal Selam Penyelamat untuk KRI Canopus
Ali menjelaskan sebanyak 93 awak kapal mengikuti pendidikan berupa materi teori maupun praktik selama menjalani pelatihan di Eropa.
Saat berada di Jerman, para awak kapal mulai mempelajari pengoperasian KRI Canopus-936, termasuk pengenalan fungsi kapal dan berbagai perangkat teknis yang digunakan.
Pelatihan dilakukan di Jerman karena KRI Canopus-936 merupakan hasil kolaborasi perusahaan galangan kapal asal Jerman Abeking & Rasmussen dan PT Palindo Marine.
Setelah menyelesaikan pelatihan yang cukup panjang, para personel TNI AL akhirnya dinyatakan siap mengawaki kapal tersebut untuk dibawa dari Jerman menuju Indonesia.
Para awak kapal berhasil membawa KRI Canopus-936 melintasi berbagai samudera hingga tiba di Jakarta dengan waktu pelayaran mencapai 57 hari.
Saat ini kapal tersebut telah berada di Indonesia dan siap dioperasikan di bawah Pusat Hidro-Oseanografi TNI Angkatan Laut (Pushidrosal).
Dengan kehadiran kapal tersebut, Ali berharap kemampuan pertahanan TNI AL semakin meningkat dalam menjaga wilayah perairan Indonesia.
KRI Canopus-936 diketahui dilengkapi berbagai teknologi modern, seperti Hydrographic Survey Launcher (HSL), Autonomous Underwater Vehicle (AUV), Remotely Operated Vehicle (ROV), Autonomous Surface Vehicle (ASV), serta Unmanned Aerial Vehicle (UAV).
“Peralatan itu digunakan untuk melakukan survei hidrografi, oseanografi, geofisika, hingga pemetaan secara detail di dasar laut,” ujar Ali.
Baca Juga: Infografik: KRI Canopus-936 Perkuat Riset dan Pemetaan Laut Indonesia
Selain untuk pemantauan bawah laut, kapal tersebut juga dapat digunakan dalam operasi militer, mulai dari pemetaan jalur kapal selam, deteksi ranjau laut, patroli keamanan, hingga dukungan intelijen maritim.
Ali menambahkan KRI Canopus-936 juga mampu menjalankan misi pencarian dan pertolongan (SAR) bawah air, termasuk mendeteksi sinyal darurat serta mencari objek di dasar laut.
Dengan dukungan teknologi tersebut, TNI AL diharapkan dapat lebih maksimal dalam mencari kapal selam yang mengalami kecelakaan maupun tenggelam di laut.
(Sumber: Antara)
KRI Canopus-936 di Dermaga Kolinlamil Jakarta, Senin (11/5/2026).(ANTARA/Walda Marison) (Antara)