Mangkir dari Panggilan Polisi, Tersangka Pemerkosaan Santriwati di Pati Diduga Kabur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 6 Mei 2026, 10:47
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Tampang Kiai AS, Diduga Perkosa 50 Santriwati Tampang Kiai AS, Diduga Perkosa 50 Santriwati (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Tersangka kasus pencabulan terhadap puluhan santriwati di Pondok Pesantren Ndolo Kusumo, Desa Tlogosari, Kecamatan Tlogowungu, Kabupaten Pati, diduga melarikan diri setelah tidak memenuhi panggilan pemeriksaan dari penyidik.

Pria berinisial A yang juga merupakan pengasuh pondok pesantren tersebut tidak hadir dalam agenda pemeriksaan yang dijadwalkan pada Senin, 4 Mei 2026, di Polresta Pati. Hingga malam hari, tersangka tidak kunjung datang tanpa keterangan yang jelas.

Ketidakhadiran ini memicu dugaan bahwa yang bersangkutan sengaja menghindari proses hukum dengan cara bersembunyi atau kabur. Kondisi ini berbanding terbalik dengan pernyataan sebelumnya dari Kapolresta Pati yang sempat menyebut tersangka akan bersikap kooperatif dan tidak melarikan diri.

Baca Juga: Mabuk, Pemuda Tegal Tewas Terjatuh ke Sungai Gading Serpong

Situasi semakin tidak jelas setelah pihak keluarga maupun kuasa hukum menyatakan tidak dapat menghubungi tersangka. Polisi pun mengakui mengalami kendala dalam melacak keberadaan A.

"Kami panggil keluarga si A untuk mencari dan membujuk yang bersangkutan, namun tersangka A juga tidak dapat dihubungi (lost contact)," kata Kepala Satuan Reskrim Polresta Pati Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama, Selasa, 5 Mei 2026.

Upaya menghadirkan tersangka melalui keluarga telah dilakukan, namun tidak membuahkan hasil. Dengan kondisi tersangka yang tidak kooperatif dan diduga menghindari proses hukum, polisi menegaskan akan menempuh langkah tegas.

"Apabila yang bersangkutan tidak kooperatif dan terdapat indikasi melarikan diri, maka akan melakukan penangkapan," ujar Kompol Dika Hadiyan Widya Wiratama.

Di tengah perkembangan kasus tersebut, aktivitas Pondok Pesantren Ndolo Kusumo telah dihentikan. Seluruh santri dan santriwati yang sebelumnya tinggal di lingkungan pesantren telah dipulangkan ke keluarga masing-masing.

Baca Juga: Instagram Ahmad Dhani Kembali Kena Retas, Posting Jualan Emas dan Ponsel

"Seluruh santri Ndolo Kusumo yang mukim di pesantren sudah dipulangkan ke rumah masing-masing pada 2 dan 3 Mei 2026," ujar seorang pengurus Yayasan Ndolo Kusumo.

Total terdapat 252 santri yang terdampak, sebagian besar merupakan anak yatim dan berasal dari keluarga kurang mampu. Mereka terdiri dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari Raudlatul Athfal hingga Madrasah Aliyah, bahkan ada yang tidak bersekolah dan hanya mondok.

Hingga kini, kelanjutan pendidikan para santri tersebut masih belum sepenuhnya jelas. Namun, sejumlah lembaga pendidikan di Kabupaten Pati telah menyatakan kesiapan untuk menampung mereka, di antaranya MI Khoiriyatul Ulum Sitiluhur, MI Matholiun Najah Tlogosari, SMP Al-Akrom Banyuurip, MA Al-Akrom Banyuurip Margorejo, MA Assalafiyah Lahar Gembong, dan MA Khoiriyatul Ulum Trangkil.

x|close