Ntvnews.id, Jakarta - Penyidik dari Polda Metro Jaya terus mengintensifkan proses penyidikan kasus tabrakan kereta api di Stasiun Bekasi Timur dengan menjadwalkan pemeriksaan terhadap sejumlah pihak terkait.
Kabid Humas Polda Metro Jaya, Budi Hermanto, menyampaikan bahwa pemeriksaan akan dilakukan terhadap berbagai instansi dan pihak swasta yang dinilai memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut.
"Pemeriksaan terhadap pihak Taxi Green (Green SM), Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Ruang, dan Direktorat Jenderal Perkeretaapian dilaksanakan di Polda Metro Jaya," kata Budi Hermanto, Senin (4/5/2026).
Baca Juga: Pertamina Patra Niaga Tekankan Peran Strategis Shipping untuk Energi Nasional
Selain itu, penyidik juga menjadwalkan pemeriksaan terhadap saksi tambahan dari Daops 1. Proses ini akan dilakukan secara terpisah di Kantor Daops 1 Manggarai guna mempermudah penggalian keterangan di lapangan.
Langkah pemeriksaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengurai secara menyeluruh kronologi dan penyebab kecelakaan yang melibatkan kereta rel listrik (KRL) dan KA Argo Bromo Anggrek. Polisi berupaya memastikan setiap aspek kejadian dapat ditelusuri secara objektif melalui keterangan para saksi dan pihak terkait.
"Guna melengkapi rangkaian penyidikan dan memperoleh gambaran peristiwa secara utuh dan objektif," ujar Budi.
Baca Juga: MVP Pictures Bersama Manara Film Gelar Gala Premiere 'AIN', Tampilkan Teror Penyakit Ain yang Nyata
Sebelumnya, perkara ini telah resmi dinaikkan ke tahap penyidikan. Dalam proses pendalaman, kepolisian turut melibatkan tim Puslabfor Mabes Polri untuk membantu mengungkap penyebab kecelakaan secara ilmiah.
Sejumlah aspek teknis menjadi fokus penyelidikan, termasuk kemungkinan adanya gangguan pada sistem kelistrikan maupun sinyal di lokasi kejadian yang diduga berperan dalam insiden tersebut.
Diketahui, kecelakaan antara KA Argo Bromo Anggrek dan KRL terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4). Insiden tersebut mengakibatkan 16 orang meninggal dunia serta 84 lainnya mengalami luka-luka.
Warga mengamati taksi listrik Green SM yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi (Antara)