Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah memastikan belum akan menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi meskipun harga minyak dunia berpotensi meningkat akibat ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.
Kepastian tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang menyebut pemerintah masih memantau perkembangan situasi global sebelum mengambil kebijakan lebih lanjut.
Airlangga menjelaskan bahwa asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) dalam APBN 2026 berada di kisaran 70 dolar AS per barel.
Baca Juga: Airlangga Akui Harga BBM Berpeluang Naik Akibat Perang Israel-AS vs Iran
Oleh karena itu, pemerintah masih menunggu perkembangan harga minyak dunia serta dampak konflik yang terjadi sebelum menentukan langkah strategis terkait kebijakan energi dalam negeri.
Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyiapkan berbagai skenario untuk mengantisipasi kemungkinan konflik yang berlangsung lebih lama.
Menurut Airlangga, durasi konflik tidak dapat diprediksi secara pasti karena bisa berlangsung dalam hitungan bulan hingga lebih lama, sehingga langkah antisipasi perlu dipersiapkan sejak dini.
Sementara itu, pakar energi dari Universitas Padjadjaran Yayan Satyakti memprediksi harga minyak dunia berpotensi melonjak hingga 100 dolar AS per barel jika Selat Hormuz ditutup.
Jalur laut strategis tersebut merupakan rute utama perdagangan energi global yang menyalurkan sekitar seperlima ekspor minyak dunia dari negara-negara Teluk menuju pasar internasional.
Baca Juga: Selat Hormuz Ditutup, Bahlil Sebut 25 Persen Impor Minyak RI Terhambat
Yayan menilai, jika Selat Hormuz benar-benar ditutup oleh Iran, harga minyak bisa naik hingga 50 persen.
Kondisi tersebut berpotensi berdampak pada Indonesia yang masih mengimpor sebagian kebutuhan minyak dari kawasan Timur Tengah.
Bahkan tanpa penutupan selat tersebut, konflik yang berlangsung saat ini diperkirakan tetap dapat mendorong kenaikan harga minyak sekitar 10 hingga 25 persen sehingga pemerintah perlu mengantisipasi potensi pembengkakan anggaran negara.
(Sumber: Antara)
Pengendara motor antre mengisi BBM di salah satu SPBU kawasan Kuningan, Jakarta, Minggu 1 Maret 2026. PT Pertamina (Persero) melakukan penyesuaian harga BBM non subsidi yang berlaku mulai 1 Maret 2026 yakni harga Pertamax (RON 92) dari Rp11.800 per liter menjadi Rp12.300 per liter, Pertamax Green (RON 95) dari Rp12.450 per liter menjadi Rp12.900 per liter, Pertamax Turbo (RON 98) dari Rp12.700 menjadi Rp13.100 per liter, Dexlite dari Rp13.250 per liter menjadi Rp14.200 per liter, Pertamina Dex dari Rp13.500 per liter menjadi Rp14.500 per liter. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/bar (Antara)