Ntvnews.id, Jakarta - Google dilaporkan akan menghentikan akses pemutaran latar belakang YouTube versi gratis dengan memperketat penutupan celah yang selama ini dimanfaatkan pengguna untuk mendengarkan konten tanpa berlangganan YouTube Premium.
Mengutip laporan GSMarena pada Minggu, 1 Februari 2026 waktu setempat, kebijakan tersebut menyasar penggunaan peramban pihak ketiga seperti Samsung Internet, Brave, dan Vivaldi yang memungkinkan video YouTube tetap berjalan di latar belakang tanpa biaya.
Google mengonfirmasi langkah tersebut melalui pernyataan resmi yang menegaskan bahwa fitur pemutaran latar belakang memang diperuntukkan secara eksklusif bagi pelanggan berbayar.
“Pemutaran latar belakang adalah fitur yang dimaksudkan untuk eksklusif bagi anggota YouTube Premium. Meskipun beberapa pengguna non-Premium mungkin sebelumnya dapat mengakses fitur ini melalui peramban web seluler dalam skenario tertentu, kami telah memperbarui pengalaman untuk memastikan konsistensi di semua platform kami,” demikian bunyi pernyataan perusahaan.
Baca juga: Kuasa Hukum Nadiem Makarim Buka Peluang Hadirkan Google Sebagai Saksi
Di sisi lain, Android Authority melaporkan bahwa YouTube sebelumnya juga telah melakukan sejumlah penyesuaian untuk mendorong lebih banyak pengguna beralih ke layanan Premium. Salah satu langkah yang sempat memicu polemik terjadi pada November lalu, ketika pengetatan terhadap penggunaan pemblokir iklan membuat ribuan pengguna mengira layanan YouTube mengalami gangguan teknis.
Melihat banyaknya keluhan yang muncul di berbagai aplikasi dan platform, kebijakan terbaru ini dinilai sebagai bagian dari strategi lanjutan perusahaan untuk menutup berbagai cara alternatif yang memungkinkan pengguna menikmati fitur berbayar tanpa berlangganan.
(Sumber: Antara)
Ilustrasi - Logo Google di Kantor Google, Jakarta Selatan. ANTARA/Livia Kristianti/am. (Antara)