Satu Juta Barel Minyak Aljazair Tiba di Indonesia, Bukti Komitmen Ketahanan Energi Pertamina

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 1 Feb 2026, 12:13
thumbnail-author
Naurah Faticha
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
MT Spyros yang membawa 1 juta barel minyak mentah (crude) terkoneksi dengan Single Point Mooring (SPM) kilang Cilacap, dalam persiapan bongkar muat. Minyak mentah yang dibawa berasal dari Aljazair, wujud Bring Barrels Home yang dilakukan Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional. MT Spyros yang membawa 1 juta barel minyak mentah (crude) terkoneksi dengan Single Point Mooring (SPM) kilang Cilacap, dalam persiapan bongkar muat. Minyak mentah yang dibawa berasal dari Aljazair, wujud Bring Barrels Home yang dilakukan Pertamina untuk memperkuat ketahanan energi nasional. (Pertamina )

Ntvnews.id, Jakarta - PT Pertamina (Persero) kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan energi nasional melalui realisasi pengiriman satu juta barel minyak mentah dari Aljazair, Afrika Utara, menuju Indonesia. Keberhasilan tersebut ditandai dengan sandarnya kapal MT Spyros di Samudra Indonesia, tepatnya di perairan selatan Cilacap, sebagai titik awal proses penerimaan dan pengolahan di dalam negeri.

Minyak mentah yang dikirim berasal dari Wilayah Kerja (WK) migas yang dikelola Pertamina Internasional Eksplorasi & Produksi (PIEP), anak usaha di bawah Subholding Upstream Pertamina. Pengapalan ini sekaligus mencerminkan solidnya kinerja operasional PIEP dalam menghadapi tantangan teknis dan logistik di kawasan Afrika Utara.

Kapal pengangkut minyak mentah dari lapangan minyak Pertamina di Aljazair tersebut menuntaskan pelayaran laut selama lebih dari satu bulan sejak 24 Desember 2025, sebelum akhirnya bersandar di Cilacap untuk proses pembongkaran muatan.

Saat sandar, kapal terhubung langsung dengan Control Room Refinery Unit (RU) IV Cilacap guna memastikan seluruh proses berjalan terpantau dan terintegrasi. Kehadiran kapal ini menegaskan kesiapan infrastruktur Pertamina dalam menerima dan mengolah pasokan minyak mentah secara andal dan profesional.

Baca Juga: Perkuat Kompetensi SDM, Pertamina Gandeng ITB Siapkan Insinyur Masa Depan

Kegiatan penerimaan kargo perdana ini disaksikan secara bersamaan dari tiga lokasi yang saling terhubung, yakni Grha Pertamina Jakarta, Control Room RU IV Cilacap, serta lokasi operasional di Aljazair. Momentum ini menjadi penanda penting dalam penguatan rantai pasok energi Pertamina lintas wilayah.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa pengiriman minyak mentah ini menjadi babak baru operasi Pertamina di Afrika Utara, khususnya setelah perpanjangan Kontrak Bagi Hasil Produksi Blok 405A yang menjamin keberlanjutan operasional selama 25 tahun ke depan.

“Bersandarnya kapal yang telah mengarungi samudera sebulan lebih ini menjadi harapan untuk visi ketahanan energi nasional. Ini merupakan bukti nyata Pertamina dalam mewujudkan amanah Asta Cita Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto,” ujar Simon dalam sambutannya di Grha Pertamina, Jakarta.

Simon juga menekankan pentingnya kolaborasi antarentitas dalam memperkuat operasional dan mencapai target bersama. Menurutnya, keberhasilan pengapalan minyak mentah ini mencerminkan sinergi yang solid di tubuh Pertamina, mulai dari PT Pertamina Internasional EP sebagai produsen, Pertamina International Shipping sebagai pelaksana pengapalan, hingga Kilang Pertamina Internasional sebagai pembeli sekaligus pengelola kilang di dalam negeri.

Baca Juga: Universitas Pertamina Kembangkan AI BiCaps-DBP untuk Percepat Riset Protein DNA

“Sinergi ini telah mampu memperkuat posisi Indonesia di rantai pasok energi global, membuktikan bahwa Indonesia mampu berdiri di kaki sendiri,” tambah Simon.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan menyampaikan bahwa keberhasilan perjalanan minyak mentah dari Aljazair ke Indonesia merupakan hasil kerja keras seluruh Perwira Pertamina yang berdedikasi tinggi.

"Seluruh jajaran komisaris akan terus memberikan dukungan untuk mengawal proses di Pertamina hingga minyak mentah ini mampu menjadi produk-produk yang memiliki nilai tambah bagi masyarakat di seluruh Indonesia,” tegas Iriawan.

Ia menilai capaian ini menunjukkan keseriusan Pertamina dalam memenuhi kebutuhan energi nasional.

Baca Juga: Mengenal Terminal Khusus Kilang Balongan, Penopang Pasokan Energi Nasional

“Saya ucapkan selamat dan apresiasi kepada Perwira yang sudah bekerja dengan penuh dedikasi dan mengimbau agar terus melanjutkan kerja dengan produktif dan memerhatikan rambu-rambu HSSE sebagai bagian dari prinsip dan budaya kerja Pertamina,” pungkas Iriawan.

Sebagai perusahaan yang memimpin transisi energi, Pertamina berkomitmen mendukung target Net Zero Emission 2060 serta terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Komitmen tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha, dan kepedulian lingkungan melalui penerapan prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasional perusahaan, berkoordinasi dengan danantaraindonesia.co.id.

x|close