Ntvnews.id, Jakarta - Industri kendaraan komersial dan logistik Indonesia kedatangan pemain baru. Forland, merek kendaraan niaga listrik asal Tiongkok, resmi memasuki pasar Tanah Air melalui PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS), perusahaan yang merupakan bagian dari MAS Group.
Kehadiran Forland membawa misi untuk mendorong penggunaan kendaraan niaga berbasis listrik sekaligus menawarkan solusi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan bagi pelaku usaha.
Tidak hanya menghadirkan kendaraan listrik, Forland juga menyiapkan ekosistem pendukung yang mencakup layanan purnajual, ketersediaan suku cadang, infrastruktur pengisian daya, hingga teknologi penyimpanan energi.
Lantas, seperti apa Forland dan apa saja keunggulan yang ditawarkan untuk pasar Indonesia?
Raksasa Kendaraan Niaga Global Asal Tiongkok
Forland merupakan merek kendaraan komersial yang berdiri sejak 1999 dan berkantor pusat di Tiongkok. Bersama BAIC Group, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu produsen kendaraan niaga dengan jangkauan distribusi di lebih dari 50 negara.
Dalam perjalanan bisnisnya, FORLAND mencatatkan total produksi kumulatif mencapai 7 juta unit. Pengalaman manufaktur global tersebut menjadi modal perusahaan untuk memperluas pasar, termasuk ke Indonesia.
Melalui slogan The Unseen Giant, FORLAND ingin memperkenalkan kapabilitas globalnya sekaligus mengambil bagian dalam perkembangan industri kendaraan listrik komersial di Tanah Air.
Baca Juga: Forland Resmi Meluncur di Indonesia, Bawa 3 Model Kendaraan Niaga Listrik
Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera sekaligus APM Forland Indonesia, Jin Hong Lin (Darwin), menyebut bahwa Indonesia memiliki peluang besar untuk mengembangkan pasar kendaraan niaga listrik.
“Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal. Forland hadir mengusung semangat 'The Unseen Giant' menghadirkan kapabilitas global yang kini siap melayani dan mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia," katanya.
Pertumbuhan sektor logistik dan perdagangan digital membuat kebutuhan kendaraan distribusi semakin meningkat. Pelaku usaha membutuhkan armada yang mampu menunjang pengiriman barang secara cepat, efisien, dan andal, termasuk untuk layanan last-mile delivery.
Jin Hong Lin Darwin (Ntvnews.id)
Di sisi lain, penggunaan kendaraan listrik pada sektor komersial masih memiliki ruang pertumbuhan yang luas. Penetrasi kendaraan listrik penumpang disebut telah mencapai sekitar 20 persen, sedangkan kendaraan niaga listrik masih di bawah 1 persen.
Potensi tersebut semakin besar dengan nilai pasar logistik nasional yang disebut mencapai Rp5.800 triliun, dengan pertumbuhan sekitar 10-12 persen per tahun. Sementara itu, nilai sektor logistik e-commerce diproyeksikan menembus USD 5,7 miliar pada 2026.
Kondisi ini menjadi peluang bagi Forland untuk menawarkan alternatif kendaraan niaga listrik bagi perusahaan logistik, distributor, pelaku perdagangan digital, hingga sektor industri lainnya.
Forland sendiri mengembangkan kendaraan dengan pendekatan application-driven, yakni menyesuaikan jenis kendaraan dengan kebutuhan operasional pelanggan. Mulai dari kapasitas angkut, jenis pekerjaan, hingga karakteristik rute distribusi menjadi pertimbangan dalam pengembangan produknya.
Adapun beberapa lini kendaraan listrik yang disiapkan untuk pasar Indonesia, yakni Platform ET5, menawarkan sejumlah pilihan kendaraan untuk kebutuhan bisnis dan distribusi, antara lain; pick up listrik, box, box aluminium, kendaraan untuk kebutuhan cold chain atau rantai dingin, dan angkutan kota.
Kemudian, Platform EL5e, menyasar kebutuhan pekerjaan menengah dan sektor konstruksi perkotaan. Model yang disiapkan mencakup; electric dump truck dan arm roll truck.
Selanjutnya, Blind Van U7 dan U9, untuk kebutuhan logistik perkotaan, Forland menghadirkan Blind Van U7 dan U9. Kedua model ini ditujukan untuk mendukung distribusi barang serta aktivitas pengiriman harian.
CEO Forland International, Mr. Dong YongSheng, menilai Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan menjadi salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara.
“Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Pengalaman manufaktur global FORLAND selama dekade terakhir menjadi fondasi utama kami, dan kolaborasi strategis dengan TUS adalah langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia," imbuhnya.
Dalam bisnis kendaraan komersial, layanan purnajual menjadi salah satu faktor penting bagi perusahaan yang mengoperasikan armada. Ketersediaan suku cadang, kesiapan teknisi, dan layanan perawatan berpengaruh terhadap kelancaran aktivitas distribusi maupun operasional bisnis.
Untuk menjawab kebutuhan tersebut, PT Tangguh Utama Sejahtera mengandalkan pengalaman dan jaringan MAS Group yang telah berkiprah lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional.
Dukungan tersebut ditujukan untuk memperkuat layanan teknis serta memastikan ketersediaan suku cadang bagi pelanggan Forland di Indonesia.
Darwin menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berfokus pada penjualan kendaraan, tetapi juga ingin memberikan dukungan menyeluruh kepada konsumen.
“Kami memahami bahwa keberhasilan kendaraan komersial bukan hanya tentang produk dan harga, tetapi juga keandalan, ketersediaan suku cadang, dan layanan purna jual. Melalui jaringan MAS Group, kami memastikan bahwa ketika pelanggan memilih FORLAND, mereka mendapatkan ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan," ujarnya.
Keunggulan yang ditawarkan Forland tidak berhenti pada produk kendaraan. PT Tangguh Utama Sejahtera juga menyiapkan ekosistem energi terintegrasi melalui kerja sama dengan sejumlah mitra strategis.
Ada tiga elemen pendukung yang menjadi bagian dari pengembangan ekosistem tersebut, yakni StarCharge untuk mendukung penyediaan infrastruktur pengisian daya atau charging kendaraan listrik.
Lalu CRRC, untuk menyediakan teknologi Battery Energy Storage System (BESS) untuk penyimpanan energi baterai. Kemudian solar energy untuk mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan berbasis tenaga surya.
PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) merupakan distributor resmi Forland di Indonesia. Perusahaan ini berada di bawah MAS Group yang memiliki pengalaman lebih dari 25 tahun dalam industri otomotif nasional, manajemen armada, serta distribusi kendaraan komersial.
Mobil produk Forland ET5 (Dok: NTVNews.id)