Mesin Kia dan Hyundai Sama? Ini Fakta di Balik Keduanya

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 2 Nov 2026, 11:00
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menghadirkan Hyundai Ioniq 9 untuk pertama kalinya di Indonesia dalam ajang GIIAS 2026. (Foto: Dok/Istimewa/HMID) PT Hyundai Motors Indonesia (HMID) menghadirkan Hyundai Ioniq 9 untuk pertama kalinya di Indonesia dalam ajang GIIAS 2026. (Foto: Dok/Istimewa/HMID)

Ntvnews.id, Jakarta - Pernah bertanya-tanya apakah mobil Kia dan Hyundai menggunakan mesin yang sama? Jawabannya, ya.

Kedua merek asal Korea Selatan ini ternyata berbagi banyak teknologi, termasuk mesin, platform, hingga komponen kendaraan listrik (EV).

Hubungan keduanya semakin erat setelah Hyundai membeli 51 persen saham Kia pada 1997, menyusul kebangkrutan yang dialami Kia. Sejak saat itu, keduanya berada dalam satu grup otomotif dan mengembangkan berbagai teknologi secara bersama.

Seperti dilaporkan Carscoops, Minggu (1/11/2026), salah satu contohnya adalah mesin turbodiesel 2.2 liter CRDi empat silinder. Mesin ini digunakan pada Hyundai Santa Fe dan Kia Sorento sejak 2009.

Diproduksi di Korea Selatan, mesin tersebut dikenal cukup tangguh dan andal. Namun, bukan berarti bebas masalah. Kerusakan injektor piezoelektrik dapat menurunkan performa mesin dan membutuhkan biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Mesin 2.2 liter CRDi juga dilaporkan memiliki masalah konsumsi oli berlebih. Dalam kondisi tertentu, pemakaiannya bisa mencapai 0,5 liter setiap 600 mil. Selain Santa Fe dan Sorento, mesin ini juga digunakan pada Hyundai Palisade, Sonata, serta Kia Carnival.

Berbagi Mesin Smartstream

Selain mesin diesel, Hyundai dan Kia juga menggunakan keluarga mesin Smartstream. Salah satunya adalah mesin turbo 2.0 liter empat silinder yang digunakan pada sejumlah model, seperti Hyundai Santa Fe, Sonata, dan Kia K5. Mesin ini lebih banyak ditemukan di pasar Asia.

Ada pula mesin Smartstream turbo 2.5 liter yang digunakan pada Hyundai Sonata N Line, Kia Sorento, serta beberapa model Genesis. Kedua merek juga berbagi mesin V6 3.5 liter turbocharged Smartstream G3.5. Sementara itu, Hyundai mengembangkan versi twin-turbo untuk kendaraan Genesis.

Penggunaan mesin bersama membuat biaya pengembangan dan produksi lebih efisien. Hyundai dan Kia dapat memanfaatkan teknologi serta rantai pasokan yang sama tanpa harus membangun fasilitas khusus untuk setiap merek.

Menariknya, sejumlah mesin Hyundai juga diproduksi di Amerika Serikat (AS). Di antaranya Smartstream G2.5 GDi, T-GDi, G1.6 T-GDi, dan G2.0 Atkinson. Karena itu, beberapa model yang diproduksi di Amerika, seperti Kia Telluride dan Sportage serta Hyundai Tucson, Santa Cruz, dan Santa Fe, berpeluang menggunakan mesin rakitan lokal.

Baca Juga: Toyota Siapkan Mesin Hybrid Baru, Diklaim Lebih Hemat BBM

Tidak Semua Mesin Bebas Masalah

Meski banyak mesin Hyundai dan Kia dikenal memiliki performa baik, beberapa keluarga mesin pernah menghadapi persoalan serius. Dua di antaranya adalah mesin Nu 1.8 dan 2.0 liter serta Theta II 1.8, 2.0, dan 2.4 liter empat silinder.

Mesin-mesin tersebut pernah menjadi sorotan akibat laporan kendaraan mengalami mesin mati mendadak, macet, hingga kebakaran. Persoalan ini juga memicu sejumlah penarikan kembali kendaraan (recall) dan gugatan class action di Amerika Serikat.

Pada 2024, Hyundai dan Kia menyepakati penyelesaian gugatan tersebut. Kesepakatan itu mencakup kompensasi tunai bagi pemilik kendaraan terdampak serta perpanjangan garansi mesin hingga 15 tahun atau 150.000 mil.

Karena menggunakan keluarga mesin yang sama, masalah pada satu jenis mesin berpotensi berdampak pada sejumlah model dari kedua merek.

Beberapa kendaraan yang terdampak antara lain Hyundai Sonata Hybrid 2011-2015, Hyundai Tucson 2014-2021, Kia Optima Hybrid 2011-2016, dan Kia Sportage 2011-2013.

Mobil Listriknya Juga Berbagi Teknologi

Kesamaan Hyundai dan Kia ternyata tidak berhenti pada mobil bermesin bensin maupun diesel. Kendaraan listrik mereka juga menggunakan banyak komponen dan teknologi yang sama.

Contohnya Kia EV6, Hyundai Ioniq 5, Ioniq 9, serta Genesis GV60. Model-model tersebut menggunakan platform E-GMP 800 volt dengan teknologi baterai dan motor listrik yang serupa.

Sementara itu, Hyundai Ioniq 3 dan Kia EV4 menggunakan versi 400 volt dari arsitektur tersebut. Namun, sistem kendaraan listrik ini juga pernah menghadapi kendala.

Sejumlah model dilaporkan mengalami masalah pada Integrated Charging Control Unit (ICCU) atau unit kontrol pengisian daya terintegrasi.

Jika komponen ini mengalami kerusakan, sistem pengisian daya dan penggerak kendaraan dapat terganggu. Hyundai dan Kia pun telah melakukan penarikan kembali terhadap kendaraan yang terdampak.

Lalu, Apa Bedanya Kia dan Hyundai?

Meski berbagi banyak teknologi, Kia dan Hyundai tetap memiliki identitas masing-masing. Perbedaan paling terlihat ada pada desain eksterior, karakter kabin, dan tata letak interior.

Dengan kata lain, teknologi di balik kap mesin bisa saja serupa, tetapi pengalaman berkendara dan tampilan mobilnya tetap memiliki ciri khas tersendiri.

Misalnya, jika desain Hyundai Santa Fe kurang sesuai selera, Kia Sorento bisa menjadi alternatif dengan karakter desain berbeda.

Begitu pula dengan Kia EV6 dan Hyundai Ioniq 5. Keduanya menggunakan basis teknologi yang sama, tetapi menawarkan pendekatan desain yang berbeda.

Jadi, Kia dan Hyundai memang punya banyak kesamaan di balik kap mesin. Namun, keduanya tetap hadir dengan karakter dan pilihan desain masing-masing.