Ntvnews.id, Jakarta - Merek kendaraan komersial asal Tiongkok, Forland, resmi memasuki pasar otomotif Indonesia dengan membawa jajaran kendaraan niaga berbasis tenaga listrik.
Kehadiran Forland diharapkan dapat menjadi solusi transportasi yang lebih efisien dan ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan bisnis, industri, hingga sektor logistik nasional.
Peluncuran perdana Forland di Indonesia digelar di Nusantara Ballroom, NT Tower, Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Dalam kesempatan tersebut, perusahaan memperkenalkan kendaraan komersial listrik yang dirancang untuk menjawab kebutuhan operasional berbagai sektor usaha.
Presiden Direktur PT Tangguh Utama Sejahtera (TUS) selaku APM Forland Indonesia, Jin Hong Lin atau Darwin, mengatakan peluncuran ini menjadi langkah awal perusahaan dalam memperkenalkan merek dan produk Forland kepada konsumen Tanah Air.
"Iya, hari ini adalah hari yang penting buat perusahaan saya, PT Tangguh Utama Sejahtera. Kami adalah distributor tunggal kendaraan komersial, kendaraan niaga listrik, mereknya Forland dari Tiongkok," katanya.
"Jadi hari ini adalah hari pertama brand launching, memperkenalkan merek Forland di Indonesia dan produk launching," sambungnya.
Pada peluncuran perdananya, Forland memperkenalkan dua model kendaraan niaga listrik, yakni pikap listrik LT5 dengan kapasitas angkut 2,5 ton dan dump truck EL5I yang mampu mengangkut muatan hingga 10 ton.
Jin Hong Lin Darwin (Ntvnews.id)
"Produk yang kita perkenalkan di sini adalah dua produk. Satu, pikap listrik 2,5 ton, tipenya adalah LT5. Yang kedua adalah dump truck yang bisa angkut sampai 10 ton, dump truck tipenya EL5I," ujarnya.
Selain dua model tersebut, Forland juga menyiapkan beragam pilihan kendaraan komersial berbasis platform listrik untuk memenuhi kebutuhan operasional yang berbeda.
Lini produk yang diperkenalkan mencakup Platform ET5 yang tersedia dalam varian pikap, box, box aluminium, solusi cold chain atau rantai dingin, hingga angkutan kota.
Lalu platform EL5e yang dirancang untuk kebutuhan pekerjaan menengah dan konstruksi perkotaan, termasuk electric dump truck dan arm roll truck. Kemudian Kategori van, Blind van U7 dan U9 untuk mendukung distribusi barang serta aktivitas logistik di kawasan perkotaan.
Selain menghadirkan produk kendaraan listrik, PT Tangguh Utama Sejahtera juga menyiapkan fasilitas produksi di Magelang, Jawa Tengah. Komponen kendaraan akan diimpor dalam skema Completely Knocked Down (CKD), sementara proses produksinya dilakukan di fasilitas PKTS Magelang.
Darwin menjelaskan, persiapan fasilitas produksi saat ini masih berlangsung, termasuk pemasangan sejumlah peralatan.
"Ini sudah persiapan, peralatan sudah mulai instalasi. Jadi first trial unit diharap mungkin bulan ini, ya, atau awal bulan depan sudah tiba, sudah bisa kita trial, trial-nya. Untuk produksi massal, untuk Massal, harusnya bisa tahun awal tahun depan sudah bisa," jelasnya.
Forland melihat Indonesia sebagai pasar potensial untuk pengembangan kendaraan komersial listrik. Pertumbuhan sektor logistik dan perdagangan digital mendorong kebutuhan armada distribusi yang efisien, khususnya untuk layanan pengiriman jarak dekat atau last-mile delivery.
Mobil produk Forland ET5 (Dok: NTVNews.id)
Di sisi lain, penetrasi kendaraan listrik pada segmen komersial dinilai masih tertinggal dibandingkan kendaraan penumpang. Kondisi ini membuka peluang bagi Forland dan PT Tangguh Utama Sejahtera untuk memperkenalkan solusi kendaraan niaga listrik lebih awal.
“Jika kendaraan listrik penumpang sudah mencapai 20 persen penetrasi, kendaraan niaga listrik bahkan belum mencapai 1 persen. Ini bukan sekadar peluang bisnis, melainkan kesempatan strategis untuk membentuk pasar sejak awal. Forland hadir mengusung semangat 'The Unseen Giant', menghadirkan kapabilitas global yang kini siap melayani dan mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia.” kata Darwin.
Sementara itu, CEO Forland International, Mr. Dong YongSheng, menilai Indonesia memiliki potensi ekonomi yang kuat dan menjadi salah satu pasar paling dinamis di kawasan Asia Tenggara.
“Indonesia memiliki fundamental ekonomi yang kuat dan merupakan salah satu pasar paling dinamis di Asia Tenggara. Pengalaman manufaktur global Forland selama dekade terakhir menjadi fondasi utama kami, dan kolaborasi strategis dengan TUS adalah langkah nyata untuk mendukung transformasi mobilitas listrik komersial yang efisien dan berkelanjutan di Indonesia,” ujarnya.
Untuk mendukung penggunaan kendaraan niaga listrik dalam jangka panjang, PT Tangguh Utama Sejahtera turut menyiapkan ekosistem layanan purnajual dan energi terintegrasi.
Dalam hal layanan teknis dan ketersediaan suku cadang, perusahaan mengandalkan pengalaman serta jaringan MAS Group yang telah berkiprah lebih dari 25 tahun di industri otomotif nasional.
Selain itu, TUS menjalin kemitraan strategis dengan StarCharge untuk penyediaan infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik atau charging station. Perusahaan juga menggandeng CRRC untuk teknologi Battery Energy Storage System (BESS), serta mengintegrasikan pemanfaatan energi terbarukan berbasis tenaga surya.
Darwin menegaskan, keberhasilan kendaraan komersial listrik tidak hanya ditentukan oleh produk dan harga, tetapi juga kesiapan layanan pendukung yang dibutuhkan pelanggan.
"Kami memahami bahwa keberhasilan kendaraan komersial bukan hanya tentang produk dan harga, tetapi juga keandalan, ketersediaan suku cadang, dan layanan purna jual. Melalui jaringan MAS Group, kami memastikan bahwa ketika pelanggan memilih Forland, mereka mendapatkan ekosistem mobilitas listrik yang terintegrasi dan berkelanjutan," imbuhnya.
Forland sendiri merupakan merek kendaraan niaga global asal Tiongkok yang berdiri sejak 1999. Bersama BAIC Group, perusahaan ini berkembang menjadi salah satu produsen kendaraan komersial dengan jaringan distribusi di lebih dari 50 negara.
Hingga saat ini, total produksi kumulatif Forland diklaim telah mencapai 7 juta unit.
Forland Resmi Masuk Pasar Indonesia (Ntvnews.id)