Airbag Xpeng X9 Tak Aktif, Mobil Hancur Usai Kecelakaan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 10:30
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Airbag Xpeng X9 tak aktif saat kecelakaan parah. (Foto: Istimewa via CarNewsChina) Airbag Xpeng X9 tak aktif saat kecelakaan parah. (Foto: Istimewa via CarNewsChina)

Ntvnews.id, Jakarta - Airbag Xpeng X9 dilaporkan tidak mengembang saat mengalami kecelakaan parah di China hingga mobil dinyatakan rusak total.

Namun, Xpeng menyebut benturan tersebut tidak memenuhi ambang batas aktivasi sensor airbag. Mengutip Jiemian News, pemilik mobil bernama Liu mengalami kecelakaan pada 15 Oktober.

Saat itu, dia mengendarai Xpeng X9 sebelum menabrak trotoar, kehilangan kendali, lalu menghantam pohon dan tiang listrik hingga mobil terguling.

Bagian depan kendaraan mengalami kerusakan parah. Beruntung, tidak ada korban luka dalam insiden tersebut. Setelah pemeriksaan, pihak asuransi menyatakan mobil tidak lagi layak diperbaiki.

Liu mengaku kecewa karena airbag tidak mengembang meski kecelakaan menyebabkan kerusakan berat. Dia membeli mobil tersebut dua tahun lalu dengan harga hampir 500.000 yuan atau sekitar Rp1,35 miliar (berdasarkan kurs Rp2.720 per yuan).

"Kami beruntung tidak ada yang terluka, tetapi airbag tidak mengembang bahkan dalam situasi ini. Itu sama sekali tidak meyakinkan," ujar Liu, seperti dikutip dari CarNewsChina, Selasa (27/10/2026)

Xpeng Siap Dukung Pemeriksaan Independen

Menanggapi laporan tersebut, Xpeng mengatakan data kendaraan dan rekaman video menunjukkan mobil berada dalam mode berkendara manual saat kecelakaan.

Pengemudi disebut masih menekan pedal gas dan memutar setir dengan tajam sebelum benturan. Menurut perusahaan, insiden tersebut tidak memenuhi ambang batas yang diperlukan untuk memicu sensor airbag.

Meski demikian, Xpeng menyatakan bersedia menghormati permintaan Liu untuk melakukan pemeriksaan oleh pihak ketiga dan bekerja sama dalam proses selanjutnya.

Xpeng X9 Pernah Ditarik karena Masalah Suspensi

Kasus airbag ini menambah perhatian terhadap kualitas Xpeng X9. Pada Juni lalu, sejumlah pemilik melaporkan masalah pada suspensi udara ketika cuaca panas, termasuk bagian bodi yang tiba-tiba amblas di satu sisi atau seluruhnya.

Xpeng kemudian meminta maaf dan memperpanjang garansi sistem pegas udara depan menjadi delapan tahun atau 160.000 kilometer, termasuk bagi kendaraan yang telah berpindah kepemilikan.

Pada 24 Juli, Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar China mengumumkan penarikan kembali 33.473 unit Xpeng X9 yang diproduksi pada 8 Agustus 2023 hingga 11 Agustus 2025.

Penarikan dilakukan karena sebagian pegas udara depan berpotensi mengalami kebocoran perlahan dalam kondisi suhu dan kelembapan tinggi.

Masalah tersebut dapat memicu lampu peringatan dan, dalam kondisi ekstrem, memengaruhi pengendalian kendaraan. Xpeng menawarkan penggantian rakitan pegas udara depan secara gratis.

Penjualan Xpeng X9 di China

Xpeng X9 merupakan MPV listrik tujuh penumpang pertama sekaligus salah satu model termahal Xpeng. Model listrik murni ini mulai dijual pada 1 Januari 2024 dengan harga 359.800-419.800 yuan (Rp978,48 juta hingga Rp1,14 miliar).

Pada November tahun lalu, Xpeng juga memperkenalkan X9 EREV, varian dengan teknologi kendaraan listrik berjangkauan tambahan, dalam versi Max dan Ultra. Keduanya dibanderol masing-masing 309.800 yuan (Rp842,50 juta) dan 329.800 yuan (Rp896,89 juta).

Berdasarkan data China EV DataTracker, penjualan Xpeng X9 di China mencapai 15.805 unit sepanjang Januari-September tahun ini. Sebelumnya, perusahaan menyebut pengiriman global model tersebut telah melampaui 60.000 unit pada Juni.

x|close