247 Murid TK di China Keracunan, Penanggung Jawab Sekolah Divonis Seumur Hidup

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 06:55
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi keracunan Ilustrasi keracunan (Istimewa)

Ntvnews.id, Beijing - Pengadilan di China menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada penanggung jawab sebuah taman kanak-kanak setelah 247 anak didiknya diketahui memiliki kadar timbal dalam darah di atas batas normal akibat dugaan keracunan massal.

Penanggung jawab TK Heshi Peixin di Distrik Maji, Li Huifang, bersama kepala sekolah Zhu Jinglin, dituduh mengatur penambahan bahan beracun ke dalam makanan yang disajikan kepada murid dan staf. Bahan tersebut diduga digunakan untuk membuat makanan terlihat lebih berwarna dan menarik agar dapat dijual.

Selain kedua pimpinan sekolah, enam orang lainnya turut dijatuhi hukuman karena terlibat dalam produksi dan penjualan makanan beracun serta berbahaya yang dikonsumsi ratusan siswa.

Dilansir dari Xinhua, Selasa, 20 Oktober 2026, putusan Pengadilan Menengah Rakyat di Kota Lanzhou, Provinsi Gansu, menetapkan Li Huifang dihukum penjara seumur hidup. Hak politiknya juga dicabut seumur hidup, sementara aset pribadinya disita senilai 500 ribu yuan atau sekitar Rp1,3 miliar.

Sementara itu, Zhu Jinglin dijatuhi hukuman penjara selama 15 tahun dan denda sebesar 300 ribu yuan atau sekitar Rp800 juta.

Empat pekerja dapur yang terbukti menjalankan instruksi dalam kasus tersebut masing-masing dihukum penjara antara enam hingga delapan tahun. Mereka juga dikenai denda sesuai putusan pengadilan.

Baca Juga: Trump Ragukan China dan Rusia Bantu Iran

Berdasarkan laporan investigasi yang diterbitkan pada Juli 2025, makanan yang mengandung bahan berbahaya tersebut telah disajikan kepada anak-anak dan staf sekolah setiap bulan sejak Mei 2024.

Dari total 251 anak yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 247 anak diketahui memiliki kadar timbal dalam darah yang tidak normal. Seluruh anak yang terdampak kemudian mendapatkan perawatan di rumah sakit atau menjalani intervensi nutrisi di rumah.

Hingga 20 Juli 2025, sebagian besar anak yang mengalami dampak keracunan telah menyelesaikan tahap awal pengobatan dan diperbolehkan meninggalkan rumah sakit.

Kasus tersebut juga berujung pada penyelidikan terhadap sejumlah pejabat setempat. Menurut laporan investigasi yang dirilis pada Juli 2025, otoritas disiplin di tingkat provinsi memeriksa 10 pejabat lokal, termasuk direktur komisi kesehatan provinsi dan pimpinan Kota Tianshui.

Pemerintah Provinsi Gansu turut menyatakan komitmennya untuk memberikan dukungan penuh terhadap perawatan medis bagi anak-anak yang terdampak kasus keracunan tersebut.

x|close