BGN Perketat SOP Program MBG, Ratusan SPPG Masih Dihentikan Sementara

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 31 Mar 2026, 16:45
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala BGN Dadan Hindayana. ANTARA/HO-BGN. Kepala BGN Dadan Hindayana. ANTARA/HO-BGN. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan komitmennya untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan memperketat standar operasional prosedur (SOP) di seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Prabowo Subianto agar program tersebut tidak hanya menjangkau luas, tetapi juga memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.

Baca Juga: Program MBG Dinilai Jadi Penggerak Transformasi Besar Sektor Peternakan Nasional

Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa saat ini masih terdapat ratusan SPPG yang berstatus penghentian sementara (suspend) karena belum memenuhi persyaratan teknis dan operasional. Dari total 1.030 SPPG, sebanyak 760 unit masih dalam tahap perbaikan dan evaluasi.

"Presiden menekankan bahwa seluruh SPPG yang belum memenuhi standar harus dihentikan sementara operasionalnya hingga dilakukan perbaikan menyeluruh. Hal ini penting untuk memastikan kualitas layanan MBG tetap terjaga dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat," ujar Dadan di Jakarta, Selasa, 31 Maret 2026.

Ia menjelaskan sejumlah faktor yang menyebabkan penghentian sementara tersebut, antara lain belum terpenuhinya Sertifikasi Laik Higiene Sanitasi (SLHS), belum tersedianya Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), hingga ketidaksesuaian porsi makanan dengan standar gizi yang ditetapkan.

Selain itu, BGN juga menyoroti penyajian menu selama bulan Ramadhan yang dinilai terlalu minimalis sehingga memunculkan persepsi negatif di masyarakat. Evaluasi terhadap aspek ini menjadi bagian dari upaya pembenahan menyeluruh dalam pelaksanaan program MBG.

Baca Juga: BGN Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Tetap Jalan Meski ASN WFH

BGN menegaskan bahwa penyelenggaraan program harus mengutamakan prinsip penyajian makanan segar (fresh food) dengan porsi yang sesuai kebutuhan gizi penerima manfaat.

Oleh karena itu, proses evaluasi dan pembinaan akan terus dilakukan agar SPPG yang saat ini dihentikan sementara dapat kembali beroperasi dengan standar yang lebih baik.

Melalui pengetatan SOP ini, BGN berharap Program MBG dapat berjalan lebih optimal dalam meningkatkan status gizi masyarakat sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap program prioritas nasional tersebut.

(Sumber: Antara)

x|close