Ntvnews.id, Jakarta - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sony Sonjaya menyampaikan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) memiliki potensi besar sebagai pendorong utama transformasi sektor peternakan di Indonesia. Hal tersebut disampaikannya dalam forum internasional yang membahas jalur ilmiah menuju industri peternakan berkelanjutan di Kantor BRIN, Jakarta.
Dalam keterangannya, Sony menjelaskan bahwa pemerintah melalui program MBG secara langsung mendanai pengadaan bahan baku pangan, termasuk produk peternakan seperti susu, daging, dan telur yang didistribusikan melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
"Pendanaan bahan baku oleh MBG menciptakan kepastian permintaan, sehingga dapat mendorong produksi dan investasi di sektor peternakan," kata Sony.
Baca Juga: BGN Bekukan Operasional SPPG Siriwini Nabire, Diduga Gunakan Mobil MBG untuk Angkut Sampah
Ia menilai, program tersebut akan menciptakan pasar tetap (captive market) dalam skala besar bagi komoditas protein hewani. Bahkan, permintaan yang dihasilkan diproyeksikan mencapai miliaran kilogram, yang diyakini mampu mengubah struktur industri peternakan dan susu di dalam negeri secara signifikan.
Dari sisi kebutuhan produksi, Sony mengungkapkan bahwa implementasi MBG setara dengan penambahan sekitar 800.000 sapi perah, 1,6 miliar ayam pedaging, serta lebih dari 70 juta ayam petelur.
"Ini merupakan lompatan besar yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah pengembangan peternakan Indonesia," ujarnya menegaskan.
Meski demikian, ia juga mengingatkan adanya sejumlah tantangan yang perlu diantisipasi, seperti peningkatan kapasitas produksi, distribusi yang merata, perbedaan harga antarwilayah, hingga aspek keamanan pangan. Selain itu, ketergantungan terhadap impor bahan baku pakan serta perlunya regenerasi peternak juga menjadi perhatian penting.
Baca Juga: SPPG Mulai Operasi 31 Maret, Waka BGN Ingatkan Mitra yang Mark Up Harga Bahan Baku akan Disikat
Di sisi lain, Sony melihat peluang besar dari program ini, mulai dari peningkatan investasi, pertumbuhan ekonomi, hingga penciptaan lapangan kerja baru di sektor peternakan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan riset, kebijakan yang kuat, serta sinergi antara pemerintah, industri, dan pelaku usaha.
"Jika dikelola dengan baik, MBG tidak hanya meningkatkan status gizi masyarakat, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi berbasis peternakan yang inklusif dan berkelanjutan," tutur Sony Sanjaya.
(Sumber: Antara)
Tangkapan layar - Wakil Kepala BGN Sony Sanjaya dalam siniar yang diikuti di Jakarta, Jumat (6/3/2026). ANTARA/Lintang Budiyanti Prameswari/am. (Antara)