Prabowo Tegaskan Lanjutkan Program MBG: Anggaran Lebih Baik untuk Rakyat daripada Dikorupsi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Mar 2026, 12:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Presiden Prabowo Subianto. Presiden Prabowo Subianto.

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk melanjutkan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), dengan menekankan bahwa anggaran negara sebaiknya digunakan untuk kepentingan rakyat daripada disalahgunakan.

Dalam sebuah wawancara yang keterangan tertulisnya diterima pada Minggu, 22 Maret 2026, Prabowo menyampaikan bahwa program tersebut merupakan bentuk nyata keberpihakan pemerintah kepada masyarakat, khususnya anak-anak serta kelompok rentan.

Ia menjelaskan, MBG tidak hanya bertujuan mengatasi persoalan gizi dan stunting, tetapi juga menjadi bagian dari strategi pembangunan sumber daya manusia sekaligus mendorong pergerakan ekonomi rakyat.

Di tengah berbagai kritik serta tantangan fiskal, Presiden menegaskan bahwa program ini tetap menjadi prioritas karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Baca Juga: Waspada! Cuaca Ekstrem Intai Destinasi Wisata Jateng Hari Ini

“Saya akan bertahan sedapat mungkin. Daripada uang-uang dikorupsi, lebih baik rakyat saya bisa makan. Anda enggak lihat anak-anak yang stunting? Saya lihat. Saya kampanye sekian kali, saya di desa-desa, saya lihat. Umurmu berapa? 11 tahun. Badannya anak 4 tahun. Saya aku yakin saya berada di jalan yang benar. Uang kita ada,” kata Prabowo.

Selain memberikan dampak sosial, program MBG juga dinilai memiliki efek ekonomi yang luas, terutama dalam menciptakan lapangan kerja di berbagai sektor, mulai dari dapur produksi hingga rantai pasok bahan pangan.

“MBG nanti di puncaknya kita akan punya 31 ribu dapur. Katakanlah, untuk gampang, hitungnya 30 ribu dapur. Tiap dapur mempekerjakan 50 orang. Itu sudah 1,5 juta kerja," ucap Prabowo.

Presiden Prabowo Subianto dalam sesi wawancara. Presiden Prabowo Subianto dalam sesi wawancara.

"Tiap dapur menciptakan vendor-vendor supplier antara 5-10 vendor tiap dapur yang jual telur, yang jual wortel, yang jual sayur, tiap vendor ini empiris mempekerjakan sekitar 5 petani. Jadi itu sudah berapa? Sudah 50 lagi. Another 1,5 juta orang kerja,” imbuhnya.

Terkait evaluasi di lapangan, Presiden mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam pelaksanaan program. Namun demikian, pemerintah telah mengambil langkah tegas untuk melakukan penertiban.

“Ada seribu, lebih seribu (dapur) yang sudah kita tutup,” ungkapnya.

Baca Juga: Istana Terbuka untuk Rakyat, Prabowo Prioritaskan Masyarakat pada Gelar Griya Idulfitri

Prabowo juga menegaskan bahwa pembiayaan program tersebut tidak berasal dari penambahan utang baru, melainkan dari hasil efisiensi serta upaya menekan kebocoran anggaran negara.

“Uang kita ada. Tinggal kita organisir, kita kurangi kebocoran,” tegas Prabowo.

Menurutnya, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya agar manfaat ekonomi dapat dirasakan lebih merata oleh masyarakat, terutama kelompok bawah yang selama ini belum sepenuhnya menikmati hasil pembangunan.

“Rakyat kita sebagian besar sudah terlalu lama tidak menikmati kebaikan daripada ekonomi kita,” pungkasnya.

x|close