Ntvnews.id, Berlin - Pemerintah Jerman merespons permintaan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang meminta negara-negara sekutu membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz yang saat ini diblokade oleh Iran. Berlin menegaskan bahwa konflik tersebut tidak berkaitan dengan aliansi militer Barat.
"Perang ini tidak ada hubungannya dengan NATO. Ini bukan perang NATO," kata juru bicara Kanselir Jerman Friedrich Merz seperti dikutip dari CNN International, Selasa, 17 Maret 2026.
Pernyataan tersebut muncul setelah Trump menyampaikan ancaman terselubung terhadap aliansi NATO. Ia memperingatkan bahwa negara-negara anggota NATO bisa menghadapi masa depan yang sulit jika tidak bergabung dalam upaya menghadapi Iran di Selat Hormuz.
Pemerintah Jerman menegaskan bahwa mereka tidak berencana terlibat dalam operasi apa pun di jalur pelayaran strategis tersebut.
Baca Juga: China Mau Bantu Redakan Ketegangan di Selat Hormuz
"Partisipasi belum dipertimbangkan sebelum perang ini dan tidak dipertimbangkan sekarang," tambah juru bicara pemerintah.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Jerman Johann Wadephul juga menyampaikan pandangan serupa saat tiba di Brussels pada Senin pagi. Kepada wartawan, ia menyatakan tidak melihat adanya peran bagi negara-negara anggota NATO dalam situasi di Selat Hormuz.
Dalam beberapa hari terakhir, Kanselir Merz juga memperkeras sikapnya terhadap kebijakan Amerika Serikat seiring konflik dengan Iran yang belum menunjukkan tanda-tanda mereda. Pekan lalu ia bahkan mengkritik Washington karena melonggarkan sanksi terhadap Rusia dan menyatakan tidak memahami strategi AS untuk mengakhiri perang tersebut.
Suasana perairan di Selat Hormuz, Iran. ANTARA/Anadolu/Fatemeh Bahrami/py/am. (Antara)
Merz dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, di Berlin pada hari yang sama. Pertemuan itu diperkirakan juga akan membahas respons kedua negara terhadap tekanan dari Trump.
Sebelumnya, dalam wawancara singkat dengan Financial Times pada Minggu, 15 Maret 2026,, Trump memperingatkan bahwa aliansi NATO bisa menghadapi masa depan yang "sangat buruk" jika sekutu Amerika tidak membantu membuka kembali jalur pelayaran penting tersebut.
Baca Juga: Amerika Serikat Siapkan Koalisi Internasional untuk Kawal Kapal di Selat Hormuz
Trump juga disebut mengancam menunda pertemuannya dengan Presiden China, Xi Jinping, yang dijadwalkan berlangsung pada akhir bulan ini. Langkah itu disebut sebagai upaya untuk menekan Beijing agar ikut membantu menjaga keamanan pelayaran di Selat Hormuz.
"Sudah sepatutnya negara-negara yang mendapat manfaat dari Selat itu membantu memastikan tidak terjadi hal buruk di sana," kata Trump kepada surat kabar tersebut.
Bendera Jerman dan Rusia (Istimewa)