Kemenag Pantau Hilal Idul Fitri di 117 Titik pada 19 Maret 2026

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Mar 2026, 17:23
thumbnail-author
Chika Prisila Ardala
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Menteri Agama Nasaruddin Umar (ketiga kanan), Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i (kedua kanan), Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang (kedua kiri), Ketua Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar (kiri) dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad (kanan) menyampaikan hasil sidang isbat satu Ramadhan di Jakarta, Selasa 17 Februari 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. ANTARA FOTO/Fauzan/foc. (ANTARA FOTO/FAUZAN) Menteri Agama Nasaruddin Umar (ketiga kanan), Wakil Menteri Agama Romo Muhammad Syafi’i (kedua kanan), Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang (kedua kiri), Ketua Majelis Ulama Indonesia Anwar Iskandar (kiri) dan Dirjen Bimas Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad (kanan) menyampaikan hasil sidang isbat satu Ramadhan di Jakarta, Selasa 17 Februari 2026. Pemerintah melalui Kementerian Agama menetapkan awal puasa atau 1 Ramadhan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026. ANTARA FOTO/Fauzan/foc. (ANTARA FOTO/FAUZAN) (Antara)

Ntvnews.id

, Jakarta - Kementerian Agama akan menggelar pemantauan hilal atau rukyatul hilal untuk menentukan 1 Syawal 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026 di 117 lokasi di seluruh Indonesia. Hasil pemantauan tersebut nantinya akan dibahas dalam sidang isbat untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri.

Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama Abu Rokhmad mengatakan sidang isbat merupakan forum penting yang mengedepankan prinsip kehati-hatian, keilmuan, serta kebersamaan umat dalam menentukan awal bulan Syawal.

“Seperti biasa, sidang isbat diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama. Setelah itu dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas hasil rukyatul hilal yang masuk dari berbagai daerah, sebelum akhirnya diumumkan kepada masyarakat,” ujar Abu Rokhmad di Jakarta, Senin 16 Maret 2026.

Baca juga: Budi Gunadi Sadikin Pastikan RS Kemenkes Tetap Layani Kasus Darurat Saat Libur Idul Fitri dan Nyepi

Sidang isbat tersebut akan dihadiri berbagai pihak, di antaranya perwakilan duta besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), serta Badan Informasi Geospasial (BIG).

Selain itu, kegiatan tersebut juga melibatkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bosscha Institut Teknologi Bandung (ITB), Planetarium, para pakar falak dari organisasi kemasyarakatan Islam, serta anggota Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama.

Berdasarkan perhitungan astronomi atau hisab, pada hari rukyat yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 Hijriah atau Kamis, 19 Maret 2026, posisi ketinggian hilal di wilayah Indonesia diperkirakan berada di atas ufuk dengan kisaran antara 0°54’27’’ hingga 3°7’52’’. Sementara itu, sudut elongasi hilal berkisar antara 4°32’40’’ hingga 6°6’11’’.

Baca Juga: Kemenag: Sidang Isbat Penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah pada 19 Maret 2026

Abu Rokhmad menjelaskan bahwa hasil perhitungan astronomi juga menunjukkan ijtimak menjelang Syawal 1447 Hijriah terjadi pada 19 Maret 2026 sekitar pukul 08.23 WIB.

Meski demikian, penentuan awal Syawal tetap menunggu hasil pemantauan hilal dari berbagai daerah di Indonesia.

“Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” kata dia.

(Sumber: Antara)

 

x|close