Serangan AS ke Iran dalam Empat Hari Setara Kampanye Enam Bulan Melawan ISIS

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Mar 2026, 12:20
thumbnail-author
Winny
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar) Asap membubung pasca-serangan udara Israel di pinggiran selatan Beirut, Lebanon, Selasa (10/3/2026). (ANTARA FOTO/Xinhua/Bilal Jawich/bar) (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Intensitas serangan militer Amerika Serikat terhadap Iran pada awal operasi dilaporkan setara dengan skala serangan selama enam bulan pertama kampanye melawan ISIS di Irak dan Suriah. Hal itu diungkapkan dalam laporan surat kabar Financial Times pada Kamis, 12 Maret 2026.

Penilaian tersebut disampaikan oleh Jessica Dorsey, salah satu direktur lembaga riset Realities of Algorithmic Warfare di Utrecht University.

"Jika kita melihat kampanye melawan ISIS, koalisi menyerang sekitar 2.000 target dalam enam bulan pertama operasi di Irak dan Suriah. Sekarang, bandingkan dengan laporan mengenai operasi ini, di mana jumlah serangan yang sama (oleh Amerika) terjadi hanya dalam empat hari pertama," kata Dorsey seperti dikutip surat kabar tersebut.

Baca Juga: 3 Syarat dari Iran Jika Ingin Perang Berakhir, Apa Itu?

Sebelumnya, pada 28 Februari, Amerika Serikat bersama Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran yang mengakibatkan kerusakan serta korban sipil.

Serangan tersebut kemudian dibalas Iran dengan meluncurkan serangan ke wilayah Israel dan fasilitas militer milik Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Amerika Serikat dan Israel pada awalnya menyatakan bahwa operasi militer itu dilakukan untuk menanggapi ancaman yang mereka nilai berasal dari program nuklir Iran.

Namun kemudian keduanya menegaskan bahwa operasi tersebut juga berkaitan dengan keinginan untuk melihat perubahan kekuasaan di Iran.

Baca Juga: Mojtaba Khamenei Dilaporkan Terluka di Tengah Konflik dengan Israel dan Amerika Serikat

Presiden Rusia Vladimir Putin menilai pembunuhan terhadap Ali Khamenei sebagai tindakan yang melanggar hukum internasional secara terang-terangan.

Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Rusia mengecam operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel serta menyerukan deeskalasi dan penghentian segera aksi permusuhan.

(Sumber: Antara)

x|close