AHY: Jalan Nasional Non-Tol Sepanjang 47 Ribu Km Siap Dukung Arus Mudik Lebaran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 14:27
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono mengungkapkan kesiapan infrastruktur jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari Sumatera hingga Papua, menjelang arus mudik Lebaran. Total panjang jalan nasional non-tol yang menjadi jalur utama mobilitas masyarakat saat musim mudik mencapai lebih dari 47 ribu kilometer.

"Teman-teman sekalian, terkait dengan jalan nasional yang non-tol, saya ulangi yang sifatnya non-tol, ini kita laporkan ada 47 ribu lebih kilometer yang harus terus kita preservasi," kata AHY dalam konferensi pers di Gedung Bina Graha, Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 11 Maret 2026.

Menurut AHY, secara umum tingkat kemantapan jalan nasional non-tol saat ini berada di angka sekitar 93,2 persen. Kondisi tersebut mencakup jaringan jalan nasional di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, hingga Papua.

Baca Juga: Legenda Ajax Amsterdam ke Maarten Paes: Saya Akan Kirim Dia Balik ke Amerika

"Kondisinya beragam, tapi secara umum jalan nasional yang non-tol itu kemantapannya sekitar 93,2 persen. Memang begitu masuk ke jalan-jalan provinsi, jalan kabupaten/kota berbeda tingkat kemantapannya. Tapi paling tidak kami laporkan untuk jalan nasional yang non-tol baik Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara, dan Papua secara umum dalam kondisi yang siap dan mantap," ujarnya.

Meski demikian, AHY mengakui tingkat kemantapan jalan dapat berbeda ketika memasuki ruas jalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, seperti jalan provinsi maupun jalan kabupaten/kota. Namun, pemerintah memastikan bahwa jalan nasional yang berada di bawah kewenangan pemerintah pusat berada dalam kondisi layak dan siap digunakan guna mendukung kelancaran perjalanan masyarakat saat mudik.

Pemerintah juga terus melakukan langkah preservasi guna memperbaiki ruas jalan yang mengalami kerusakan. AHY menyebut Kementerian Pekerjaan Umum telah menyiapkan tim khusus bernama Disaster Relief Unit (DRU) yang bertugas melakukan penanganan cepat terhadap kerusakan jalan di lapangan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono  <b>(NTVnews)</b> Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (NTVnews)

"Nah, namun demikian kita memahami bahwa kita juga harus terus melakukan preservasi, memperbaiki jalan-jalan yang memang rusak. Sudah kita siapkan dari Kementerian Pekerjaan Umum yang dinamakan dengan Disaster Relief Unit. DRU ini tugasnya adalah secara cepat menggelar alat-alat berat dengan material yang digunakan untuk segera menutup, saya ulangi memperbaiki atau menambal jalan-jalan yang berlubang agar bisa segera digunakan dan tidak terlalu menghambat perjalanan," ucapnya.

Selain itu, pemerintah juga telah mengidentifikasi sejumlah titik rawan bencana di sepanjang jalur mudik. Berdasarkan data yang dipaparkan, terdapat 807 titik rawan banjir, 1.641 titik rawan longsor, serta 15 titik rawan banjir rob yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

"Ini sudah diantisipasi ada beberapa titik rawan bencana. Totalnya itu bisa dilihat 807 rawan banjir, kemudian 1.641 rawan longsor, sedangkan ada 15 rawan banjir rob. Ini tersebar di seluruh Indonesia. Kemudian total kesiapan tim DRU tadi," ujar AHY.

Baca Juga: Iran Siap Lanjutkan Serangan ke Israel dan AS

Untuk mengantisipasi potensi gangguan tersebut, pemerintah telah menyiapkan sekitar 1.461 unit tim Disaster Relief Unit yang dilengkapi dengan alat berat serta material pendukung. Tim tersebut akan bergerak cepat jika terjadi kerusakan jalan atau gangguan infrastruktur yang berpotensi menghambat kelancaran arus mudik maupun arus balik Lebaran.

"Disaster Relief Unit itu sekitar 1.461 unit. Ini juga sudah siap dengan alat-alat berat dan materialnya," ucapnya.

x|close