Momen Prabowo Apresiasi Quraish Shihab saat Nuzulul Qur’an di Istana: Perbedaan Bukan Perpecahan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 11 Mar 2026, 00:53
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Prabowo Subianto Prabowo Subianto (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta -  Peringatan Nuzulul Qur’an bertajuk “Mewujudkan Al-Qur’an sebagai Rahmat Alam Semesta” yang digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Selasa, 10 Maret 2026 malam, berlangsung khidmat dan sarat makna spiritual.

Dalam sambutannya, Presiden RI Prabowo Subianto menyampaikan rasa terima kasih kepada para ulama dan tokoh agama yang hadir dalam peringatan tersebut, khususnya kepada ulama tafsir terkemuka, Muhammad Quraish Shihab, yang menyampaikan ceramah singkat namun penuh makna.

Menurut Prabowo, tausiyah yang disampaikan Quraish Shihab memberikan pencerahan tentang nilai-nilai mendasar dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, terutama mengenai makna perdamaian serta pentingnya menyikapi perbedaan dengan kebijaksanaan.

“Saya sangat berterima kasih kepada Prof. Quraish Shihab yang baru saja memberikan ceramah singkat kepada kita sekalian dan memberi pemahaman tentang hal-hal yang mendasar. Tentang arti damai, arti kedamaian, arti perdamaian, serta bahwa perbedaan bukanlah sesuatu yang harus mengarah pada perpecahan,” ujarnya.

Baca Juga: Di Peringatan Nuzulul Quran, Prabowo: Kepemimpinan Adalah Amanah Tuhan untuk Tegakkan Kebenaran dan Keadilan

Prabowo juga mengaku tersentuh oleh penjelasan Quraish Shihab mengenai konsep keadilan dan makna kepemimpinan.

Menurutnya, ceramah tersebut mengingatkannya bahwa kepemimpinan sejatinya merupakan amanah besar yang bersumber dari Tuhan.

“Yang sangat besar artinya bagi saya adalah pencerahan dari beliau tentang keadilan, serta tentang takdir seorang pemimpin yang dipercaya oleh bangsa dan rakyat,” ucapnya.

Ia menegaskan bahwa kekuasaan bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan untuk menegakkan kebenaran, keadilan, dan kejujuran.

“Semakin saya sadar bahwa kepemimpinan adalah takdir, dan kekuasaan itu bersumber dari Yang Maha Kuasa. Kekuasaan diberikan sebagai penugasan untuk membela kebenaran, keadilan, dan kejujuran, serta sebagai tugas untuk melindungi dan membawa kesejahteraan dan keadilan bagi seluruh rakyat yang dipimpin,” tuturnya.

Cendekiawan Muslim sekaligus mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Quraish Shihab <b>(NTVnews)</b> Cendekiawan Muslim sekaligus mantan Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Quraish Shihab (NTVnews)

Sejak awal acara berlangsung, suasana spiritual terasa ketika lantunan ayat-ayat suci Al-Qur’an menggema di ruangan Istana. Ayat-ayat tersebut dibacakan oleh qari muda berbakat, M. Zian Fahrezi, yang merupakan juara pertama Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Internasional Al-Ameed ke-3 di Irak.

Suara merdu Zian yang melantunkan ayat-ayat dari Surat Al-Hasyr membuat para hadirin larut dalam kekhusyukan, termasuk Presiden Prabowo yang menyimaknya dengan penuh khidmat.

Baca Juga: Prabowo Gelar Peringatan Nuzulul Quran di Istana Negara dan Dihadiri 250 Tamu

Momen mengharukan juga terjadi antara Presiden Prabowo dan Quraish Shihab. Ketika Quraish Shihab selesai memberikan tausiyah, Presiden Prabowo bergegas berdiri dari tempat duduknya dan berjalan menuju panggung untuk membantu ulama sepuh tersebut turun dari tangga.

Dengan penuh perhatian, kepala negara tampak memapah Quraish Shihab yang berjalan menggunakan tongkat. Keduanya menuruni tangga panggung secara perlahan. Momen itu pun disambut gemuruh tepuk tangan para hadirin.

x|close