Ntvnews.id, Jakarta - Kedutaan Besar Republik Islam Iran merespons terkait terpilihnya Ayatollah Seyyed Mojtaba Hosseini Khamenei sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
Mojtaba yang merupakan putra Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Ayatollah al-Udzma syahid Seyyed Ali Hosseini Khamenei, memperoleh lebih dari 85 persen suara dari Majelis Khobregan Kepemimpinan (Dewan Pakar Kepemimpinan).
Perolehan suara tersebut membuat Mojtaba ditetapkan sebagai Pemimpin Ketiga Republik Islam Iran.
"Pemilihan ini, yang berlangsung setelah kejahatan Amerika Serikat dan rezim Zionis yang menyebabkan kesyahidan Ayatollah Seyyed Ali Khamenei serta ribuan anak-anak dan warga sipil tak berdosa, menjadi penghibur bagi hati rakyat Iran yang sedang berduka dan berpuasa," tulis Kedutaan Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Selasa 10 Maret 2026.
Baca juga: Trump Buka Opsi Tindakan Keras terhadap Pemimpin Tertinggi Baru Iran
Para anggota Dewan Pakar Kepemimpinan, yang berdasarkan Pasal 107 dan 108 Konstitusi Republik Islam Iran dipilih langsung oleh rakyat melalui pemilihan umum nasional untuk masa jabatan delapan tahun, disebut tetap melaksanakan tugas mereka meski berada dalam kondisi penuh risiko dan ancaman tetap melaksanakan tugas besar dan berat mereka dengan sebaik-baiknya dan dalam waktu yang sesingkat mungkin.
"Pemilihan ini sekali lagi membuktikan bahwa Republik Islam Iran tidak bergantung pada satu individu, melainkan merupakan sebuah sistem yang berlandaskan supremasi hukum, suara rakyat, dan nilai-nilai Ilahi," lanjutnya.
Meski telah kehilangan seorang pemimpin besar, sejumlah pejabat tinggi, dan komandan militer seniornya, sistem tersebut disebut akan tetap berjalan dengan keteguhan di bawah kepemimpinan baru.
Baca juga: Warga di 50 Kota AS Gelar Aksi Protes Serangan AS-Israel ke Iran
"Dalam konteks ini, pagi ini tahap ke-30 dari Operasi 'Janji Setia 4' (Va'deh Sadegh 4) dilaksanakan di bawah komando kepemimpinan Ayatollah Seyyed Mojtaba Khamenei terhadap wilayah-wilayah Zionis Israel," tandasnya.
Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei