Gekira Beri 5 Rekomendasi terkait Ketahanan Kesehatan Mental di Era Digital

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 7 Mar 2026, 08:15
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP Gekira) menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dan DPR RI terkait persoalan ketahanan mental. Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP Gekira) menyampaikan rekomendasi kepada pemerintah dan DPR RI terkait persoalan ketahanan mental.

Ntvnews.id, Jakarta - Pimpinan Pusat Gerakan Kristiani Indonesia Raya (PP Gekira) memberikan lima rekomendasi terkait ketahanan kesehatan mental di era digital. Rekomendasi untuk pemerintah dan DPR RI ini, hasil diskusi publik dan kajian ilmiah.

"Ada kerinduan untuk menyampaikan perpanjangan suara hati rakyat yang hari ini merasakan ada semacam kekhawatiran bahwa cukup banyak hari ini anak bangsa yang mengalami gangguan kesehatan mental," ujar Ketua Umum (Ketum) PP Gekira, Nikson Silalahi dalam diskusi publik dan buka puasa bersama, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat, 6 Maret 2026.

Nikson menjelaskan, inti dari rekomendasi PP Gekira ialah mereka mengharapkan pemerintah bersama DPR untuk membuat kebijakan, guna memastikan bahwa anak bangsa, khususnya anak-anak, remaja bahkan anak muda yang diduga banyak mengalami gangguan mental.

"Di zaman digital ini justru oleh penggunaan gadget yang sungguh-sungguh perlu perhatian dari pemerintah, perlu ada regulasi kepada pengguna gadget agar sampai tidak terganggu gangguan jiwa seperti itu," kata Nikson.

Sekretaris Jenderal PP Gekira, Yeremias Ndoen menambahkan, lima rekomendasi pihaknya yang pertama ialah menjadikan kesehatan mental sebagai prioritas nasional. Kedua, memperluas layanan kesehatan mental. Ketiga, adanya regulasi penggunaan gawai dan media sosial pada anak. Keempat, perlindungan anak pada ekosistem digital

"Lalu yang paling penting, terakhir adalah bagaimana keluarga itu menjadi sasaran kebijakan, jadi bukan hanya dianjurkan tapi mereka juga ikut terlibat dalam upaya-upaya mengatasi kesehatan mental," kata Yeremias.

Bendahara Umum PP Gekira, Dimpos Tampubolon menegaskan, bahwa rekomendasi yang pihaknya berikan ialah dalam rangka menyukseskan program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

"Seperti yang tadi sudah disampaikan Pak Ketum, itu adalah bagian dari langkah mendukung program pemerintah dan program nasional kita menuju Indonesia Emas 2045 supaya generasi muda yang saat ini kita bina itu benar-benar lahir menjadi generasi yang tangguh, resilience, yang punya hope, punya optimisme dan punya efikasi," ujarnya.

Dengan rekomendasi tadi, pihaknya berharap disrupsi teknologi yang begitu cepat, tak menjadi momok yang berdampak negatif bagi anak bangsa.

"(Jangan disrupsi teknologi dimanfaatkan) Membuat sesuatu namanya clickbait, ujaran kebencian, hoax yang berpotensi menimbulkan daripada ketidaksehatan mental daripada generasi muda kita, judol, game online dan pinjaman-pinjaman online yang sangat berakibat kepada penyakit masyarakat," tuturnya.

"Sehingga itu justru harus dimanfaatkan teknologi untuk membangun bangsa dan negara kita menjadi lebih maju," imbuh Dimpos.

Lebih lanjut, Dimpos menilai akar dari berbagai persoalan bangsa ialah kemiskinan. Karena itu, melalui program-program pemerintahan Presiden Prabowo dan Wakil Presiden Gibran, upaya mengentaskan kemiskinan sudah terus dilakukan. Gekira mendukung segala daya dan upaya pemerintah untuk mengatasi kemiskinan di RI.

"Tadi sudah disampaikan dengan sangat bagus oleh Pak Agus (Agus Jabo Priyono) sebagai Wakil Menteri Sosial bagaimana program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto, mewujudkan pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan-lapangan kerja yang sangat banyak sehingga mengurangi pengangguran, Koperasi Desa Merah Putih dihidupkan, program Makan Bergizi Gratis yang sangat brilian itu sudah berjalan dengan baik," papar Dimpos.

"Bagaimana hilirisasi melalui Danantara juga tujuannya adalah menciptakan lapangan-lapangan kerja baru, ini semua harus kita dukung. Sehingga tidak ada lagi keluarga yang hidupnya di bawah miskin ekstrem sesuai dengan target, tadi arahan Pak Agus harus 0 persen di tahun 2026 ini, tapi sudah berubah semuanya menjadi masyarakat yang lebih maju lebih makmur, lebih sejahtera, lebih modern," sambungnya.

Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin) Budiman Sudjatmiko, yang turut hadir dalam kegiatan Gekira, menilai persoalan kesehatan mental tidak tergantung masalah kelas sosial. Baik yang miskin maupun kaya, muda dan tua, juga mengalami permasalahan tersebut.

"Karena itu, menurut saya, untuk membangun mental yang tangguh, orang harus punya rasa optimisme dan kepercayaan terhadap sesama manusia. Orang kena tekanan mental, sampai berakhir bunuh diri, adalah kalau dia merasa sendirian," ujarnya.

Terkait perkara kesehatan mental yang akhir-akhir ini marak melanda anak-anak Indonesia, ia berharap adanya upaya membangun rasa kepercayaan diri sejak dini dari anak-anak terhadap sesamanya. Salah satunya mulai dari ruang bermain anak-anak. Budiman ingin adanya ketentuan yang ketat terkait interaksi anak terhadap gadget.

Sebab, jika anak hanya berinteraksi dengan gadget maupun figur-figur virtual, menurutnya anak tidak mendapatkan rasa sebagai manusia. Atas itu, pihaknya setuju dengan lima rekomendasi Gekira.

"Karena itu betul rekomendasi Gekira sangat penting. Ada batasan-batasan yang sangat ketat bagi anak-anak untuk berinteraksi dengan gadget," tandas Budiman.

x|close