Sosok Mojtaba Khamenei Muncul sebagai Kandidat Kuat Pengganti Pemimpin Tertinggi Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 13:31
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Mojtaba Khamenei Mojtaba Khamenei (Al Jazeera)

Ntvnews.id, Jakarta - Nama Mojtaba Khamenei kembali menjadi sorotan setelah disebut sebagai kandidat terdepan untuk menggantikan ayahnya, Ali Khamenei, yang dilaporkan tewas pada hari pertama perang antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, seperti dilansir Al Jazeera.

Sejauh ini belum ada pengumuman resmi dari otoritas Iran mengenai suksesi kepemimpinan tersebut. Namun sejumlah media Israel dan Barat melaporkan bahwa Mojtaba Khamenei, seorang ulama yang dikenal berhaluan garis keras, menjadi kandidat paling kuat untuk memimpin Republik Islam Iran yang telah berdiri selama 47 tahun.

Serangan yang menewaskan Ali Khamenei dilaporkan juga merenggut nyawa ibu, istri, serta salah satu saudari Mojtaba. Meski demikian, Mojtaba disebut tidak berada di lokasi ketika serangan terjadi sehingga selamat dari pemboman yang menargetkan kompleks kediaman pemimpin tertinggi di Teheran.

Baca Juga: Bupati Nias Utara Sujud di Depan Menteri Desa, Minta Pemerintah Atasi Kemiskinan Ekstrem

Meskipun tidak pernah mencalonkan diri dalam pemilu atau mendapatkan mandat dari pemungutan suara publik, Mojtaba Khamenei telah lama dikenal sebagai tokoh berpengaruh di lingkaran dalam kekuasaan Iran. Ia disebut memiliki hubungan erat dengan Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC), pasukan elite yang memiliki peran penting dalam struktur politik dan keamanan negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, namanya semakin sering disebut sebagai calon penerus ayahnya. Ali Khamenei sendiri sebelumnya menjabat sebagai presiden hampir delapan tahun sebelum memegang kekuasaan tertinggi selama 36 tahun hingga wafat akibat serangan di Teheran.

Jika Mojtaba benar-benar naik ke posisi tersebut, banyak pengamat menilai hal itu menunjukkan bahwa faksi garis keras di Iran masih memegang pengaruh kuat. Kondisi tersebut juga dinilai dapat menandakan kecilnya kemungkinan Iran membuka negosiasi atau kesepakatan baru dalam waktu dekat.

Berusia 56 tahun, Mojtaba Khamenei jarang tampil di hadapan publik. Ia tidak dikenal aktif memberikan ceramah keagamaan, khutbah Jumat, maupun pidato politik. Bahkan banyak warga Iran disebut belum pernah mendengar langsung suaranya, meskipun namanya telah lama dikenal di kalangan elite kekuasaan.

Baca Juga: Changan Kantongi Lisensi Autonomous Driving Level 3, Tonggak Baru Teknologi Mobil Otonom

Ia juga tidak pernah secara terbuka membahas isu suksesi kepemimpinan. Topik tersebut sangat sensitif karena jika ia menggantikan ayahnya, hal itu dapat memunculkan kesan terbentuknya dinasti politik yang mengingatkan pada sistem monarki sebelum Revolusi Islam Iran 1979.

Selama hampir dua dekade, sejumlah kelompok oposisi mengaitkan nama Mojtaba dengan penindasan terhadap demonstrasi di Iran. Kelompok reformis pertama kali menuduhnya terlibat dalam manipulasi pemilu serta penggunaan pasukan paramiliter Basij untuk membubarkan demonstrasi damai dalam Gerakan Hijau Iran 2009 yang muncul setelah terpilihnya kembali presiden saat itu, Mahmoud Ahmadinejad.

Pemerintah Iran sendiri menolak tuduhan tersebut dan menyatakan bahwa kekerasan dalam demonstrasi dipicu oleh kelompok yang disebut sebagai “teroris” dan “perusuh” yang didukung oleh Amerika Serikat dan Israel.

Di tengah konflik yang masih berlangsung, Iran juga memberlakukan pemadaman internet nasional serta pembatasan arus informasi. Hal ini membuat waktu dan mekanisme pengumuman pemimpin tertinggi baru masih belum jelas.

Untuk sementara, pemerintahan dijalankan oleh dewan transisi yang terdiri dari ulama garis keras Alireza Arafi, kepala kehakiman Gholam-Hossein Mohseni-Ejei, serta Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

Sesuai hukum Iran, keputusan mengenai pemimpin tertinggi baru berada di tangan lembaga ulama beranggotakan 88 orang yang dikenal sebagai Majelis Ahli, yang bertugas menentukan siapa yang akan memimpin negara tersebut selanjutnya.

x|close