Changan Kantongi Lisensi Autonomous Driving Level 3, Tonggak Baru Teknologi Mobil Otonom

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 13:05
thumbnail-author
Adiantoro
Penulis
thumbnail-author
Editor
Bagikan
Changan mengantongi lisensi Autonomous Driving Level 3. (Foto: Dok/Istimewa)  Changan mengantongi lisensi Autonomous Driving Level 3. (Foto: Dok/Istimewa)

Ntvnews.id, Jakarta - Changan Automobile menegaskan posisinya sebagai pionir dalam industri otomotif global. 

Produsen mobil asal China ini menjadi salah satu brand otomotif pertama di negaranya yang memperoleh lisensi resmi Autonomous Driving Level 3 (L3) dari China Ministry of Industry and Information Technology (MIIT).

Persetujuan tersebut menjadikan Changan masuk dalam kelompok pertama produsen mobil yang mendapatkan izin mengemudi otonom bersyarat di China. 

Pencapaian ini menjadi tonggak penting dalam pengembangan intelligent and connected vehicle, sekaligus menunjukkan kesiapan teknologi Changan dalam memimpin transformasi mobilitas masa depan.

Lisensi ini memungkinkan salah satu mobil penumpang Changan beroperasi dalam mode mengemudi otonom satu lajur di ruas jalan tol serta jalan layang tertentu di Chongqing, China. 

Sistem tersebut dirancang untuk mengambil alih kendali kendaraan secara otomatis dalam kondisi kemacetan lalu lintas dengan kecepatan maksimal hingga 50 km/jam.

Pada tahap awal, implementasi teknologi ini difokuskan pada jalur strategis seperti inner ring expressway dan jalur lingkar dalam baru di Chongqing. Uji coba ini bertujuan memastikan efektivitas sistem di kawasan perkotaan padat sebelum diperluas ke wilayah lain.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menyatakan pencapaian ini merupakan langkah penting tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi perkembangan industri otomotif global.

"Pencapaian Changan Automobile sebagai salah satu brand otomotif China pertama yang meraih lisensi Autonomous Driving Level 3 merupakan tonggak penting bagi industri otomotif. Hal ini membuktikan inovasi berbasis arsitektur SDA yang dikembangkan Changan telah memenuhi standar keamanan dan regulasi yang sangat ketat,” ujar Setiawan.

Dia menambahkan, keberhasilan tersebut menjadi fondasi kuat bagi Changan untuk menghadirkan kendaraan cerdas yang aman, terpercaya, dan relevan bagi konsumen Indonesia di masa depan.

Keberhasilan Changan meraih lisensi Autonomous Driving L3 tidak lepas dari proses system-level validation yang sangat masif. Perusahaan telah melakukan pengujian kendaraan di jalan raya dunia nyata dengan total jarak tempuh lebih dari 5 juta kilometer.

Dalam proses pengujian tersebut, Changan memetakan 185 kategori skenario mengemudi, melampaui standar regulasi hingga 49 persen. Sistem ini juga dirancang untuk menghadapi berbagai kondisi ekstrem. 

Baca Juga: Changan Luncurkan Global Testing Season 2026 dan Strategi Baterai Sodium-Ion, Siap Hadapi Suhu Ekstrem -40°C

Data teknis menunjukkan teknologi tersebut mampu menangani satu skenario risiko kompleks setiap 38,9 kilometer, membuktikan ketangguhan operasionalnya dalam batasan Operational Design Conditions (ODC).

Fondasi utama teknologi ini berasal dari Software Defined Architecture (SDA), kerangka kerja teknologi kecerdasan yang dikembangkan secara mandiri oleh Changan. Arsitektur ini mengintegrasikan seluruh proses, mulai dari desain sistem hingga produksi massal kendaraan.

Changan juga menerapkan closed-loop safety system atau sistem keselamatan siklus penuh untuk memastikan keamanan teknologi Level 3, mulai dari tahap laboratorium hingga penggunaan di jalan raya. 

Sistem ini berfokus pada empat pilar utama, yaitu functional safety, Safety of the Intended Functionality (SOTIF), cybersecurity, dan keamanan data.

Teknologi Autonomous Driving Level 3 sendiri memungkinkan kendaraan mengambil alih sebagian tugas mengemudi dalam kondisi tertentu. Meski demikian, pengemudi tetap harus siap mengambil kendali ketika sistem meminta intervensi.

Untuk menjaga keamanan operasional, Changan mengoperasikan platform pemantauan berbasis cloud yang telah berjalan stabil selama 18 bulan dengan tingkat keberhasilan peringatan keselamatan mencapai 100 persen. 

Sistem ini bekerja 24 jam untuk menganalisis risiko siber dan operasional kendaraan, mendeteksi anomali, serta memberikan peringatan dini secara real-time.

Bagi pengguna, kehadiran sistem L3 ini berarti adanya lapisan perlindungan tambahan. Teknologi otonom hanya akan aktif dalam kondisi yang memenuhi syarat, sementara sistem keamanan dan pengawasan siber terus dipantau untuk mengurangi risiko berkendara dan meningkatkan kenyamanan pengguna.

Sebagai brand otomotif global, Changan telah memproduksi lebih dari 30 juta kendaraan di seluruh dunia. Perusahaan ini juga terus memperkuat inovasi melalui investasi riset berskala besar.

Saat ini Changan memiliki jaringan R&D kolaboratif di enam negara dan sepuluh lokasi, didukung oleh lebih dari 24.000 tenaga profesional dari 31 negara, 44 pusat penelitian teknologi, 20 perusahaan teknologi, serta 180 laboratorium.

Dalam tiga tahun terakhir, Changan telah menginvestasikan lebih dari CNY 60 miliar untuk riset dan pengembangan, serta mengajukan lebih dari 14.000 paten teknologi.

Pencapaian lisensi Autonomous Driving Level 3 ini menjadi bukti komitmen Changan dalam menggabungkan kecerdasan buatan dan sistem keamanan tingkat tinggi melalui teknologi SDA Intelligence. 

Dengan pengalaman lebih dari 40 tahun dalam industri otomotif, Changan kini semakin dekat mewujudkan masa depan mobilitas yang lebih aman, cerdas, dan efisien bagi konsumen global.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by NTV News (@ntvnews.id)

x|close