Netanyahu Desak Gedung Putih Klarifikasi Soal Dugaan Pembicaraan Rahasia AS dan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 5 Mar 2026, 11:06
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Anadolu) Arsip - Pemimpin Israel Benjamin Netanyahu. (ANTARA/Anadolu) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan meminta klarifikasi langsung kepada Gedung Putih pada awal pekan, setelah menerima informasi bahwa pejabat dalam pemerintahan Donald Trump mungkin telah menjalin komunikasi dengan Iran.

Isu ini pertama kali mencuat melalui laporan Axios, yang mengutip dua sumber anonim yang mengetahui persoalan tersebut. Menurut laporan itu, intelijen Israel mendapat sinyal adanya kemungkinan kontak antara pihak Trump dan pejabat Iran untuk membicarakan opsi gencatan senjata.

Axios menyebutkan bahwa Netanyahu kemudian menghubungi pejabat Gedung Putih pada Senin untuk menanyakan apakah percakapan atau pertukaran pesan tersebut benar-benar terjadi.

Baca Juga: Sosok Oknum Perwira Polisi yang Tembak Remaja di Makassar hingga Tewas

Mengutip laporan Al Jazeera, salah satu sumber menyatakan bahwa Gedung Putih memberikan respons dengan menegaskan kepada Netanyahu bahwa pemerintahan Trump tidak berbicara dengan pejabat Iran “di belakangnya”.

Di tengah isu diplomatik tersebut, sikap publik Amerika Serikat terkait kemungkinan serangan ke Iran menunjukkan ketidaksepakatan yang signifikan.

Sebuah jajak pendapat Reuters mengungkapkan bahwa 43 persen warga AS tidak menyetujui penyerangan terhadap Iran, sementara hanya sekitar seperempat responden yang mendukung tindakan militer bersama AS-Israel. Survei ini melibatkan lebih dari 1.200 orang dewasa dan dilakukan selama akhir pekan.

Baca Juga: Pria Ditemukan Tewas di Kali Bonakarta Gegerkan Warga Cilegon

Di sisi lain, jajak pendapat terpisah dari CNN yang dikerjakan oleh SSRS pada 28 Februari hingga 1 Maret menunjukkan tren serupa. Hampir enam dari sepuluh responden menyatakan tidak menyetujui keputusan mengambil tindakan militer di Iran, sementara 41 persen menyatakan persetujuan.

Survei CNN tersebut juga menemukan bahwa sekitar enam dari sepuluh responden tidak percaya Presiden Trump memiliki rencana yang jelas untuk menangani situasi tersebut. Selain itu, 39 persen berpendapat bahwa AS belum melakukan upaya diplomatik yang memadai sebelum menggunakan kekuatan militer.

Data jajak pendapat itu memperlihatkan perbedaan pandangan yang tegas berdasarkan afiliasi politik, 82 persen Demokrat dan 68 persen independen menolak serangan tersebut, sementara hanya 23 persen dari kalangan Republikan yang menyatakan ketidaksetujuan.

x|close