Ntvnews.id, Washington D.C - Pentagon atau Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS) mulai mengumumkan identitas tentara yang tewas dalam konflik melawan Iran. Pemerintahan Presiden Donald Trump memperingatkan bahwa eskalasi perang berpotensi menambah korban dari pihak militer AS.
Iran melancarkan serangan balasan dengan menargetkan negara-negara Teluk yang menjadi lokasi pangkalan dan aset militer AS, sebagai respons atas pengeboman oleh AS dan Israel sejak Sabtu (28/2). Hingga kini, sedikitnya enam tentara AS yang ditempatkan di kawasan Teluk dilaporkan tewas akibat serangan tersebut.
Dilansir dari Reuters, Kamis, 5 Maret 2026, Pentagon telah mengungkap empat dari enam nama prajurit yang dipastikan gugur. Keempatnya merupakan anggota unit Iowa dari Pasukan Cadangan Angkatan Darat AS. Mereka tewas pada Minggu, 1 Maret 2026 setelah sebuah drone menghantam fasilitas militer AS di Pelabuhan Shuaiba, Kuwait.
Baca Juga: Iran: Tak Ada Alasan Berunding dengan Amerika, Kami Tak Gentar Lanjutkan Perang!
Menurut keterangan militer, para prajurit tersebut berusia antara 20 hingga 42 tahun dan bertugas di Komando Dukungan Logistik ke-103 dari Des Moines, Iowa, yang menangani operasi logistik dan distribusi global Angkatan Darat AS.
Empat anggota Cadangan Angkatan Darat AS yang gugur adalah:
-
Captain Cody A Khork (35) dari Winter Haven, Florida
-
Sergeant 1st Class Noah L Tietjens (42) dari Bellevue, Nebraska
-
Sergeant 1st Class Nicolas M Amor (39) dari White Bear Lake, Minnesota
-
Sergeant Declan J Coady (20) dari West Des Moines, Iowa
Mayor Jenderal Todd Erskine, pimpinan Komando Dukungan Teater ke-79, menyampaikan "belasungkawa dan rasa hormat terdalam saya" kepada keluarga serta rekan satuan para prajurit tersebut.
Sebagian besar korban memiliki pengalaman penugasan luar negeri. Khork pernah bertugas di Arab Saudi (2018), Teluk Guantanamo (2021), dan Polandia (2024). Amor memiliki riwayat penempatan di Kuwait dan Irak pada 2019, sementara Tietjens dua kali ditugaskan ke Kuwait pada 2009 dan 2019. Adapun Coady, yang mendapat kenaikan pangkat anumerta dari spesialis, baru bergabung dengan Cadangan Angkatan Darat AS pada 2023.
Baca Juga: Kalau Perang Iran Makin Parah, DPR Minta TKI Dievakuasi
Trump bersama pejabat tinggi AS lainnya telah mengingatkan bahwa konflik dengan Iran berpotensi menimbulkan lebih banyak korban di pihak militer AS seiring berlanjutnya serangan balasan Teheran terhadap target Washington dan Tel Aviv.
Sementara itu, United States Central Command (CENTCOM) melaporkan pada Selasa, 3 Maret 2026 bahwa Iran telah menembakkan lebih dari 500 rudal balistik serta menerjunkan lebih dari 2.000 drone dalam rangkaian serangan balasannya di kawasan Timur Tengah.
Logo Pentagon, markas pertahanan Amerika Serikat ((Antara))