Todongkan Pistol hingga Aniaya Sopir Taksi Online di Tangsel, Oknum Prajurit TNI Ditangkap Denpom

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 4 Mar 2026, 11:56
thumbnail-author
Dedi
Penulis & Editor
Bagikan
Oknum TNI Todongkan Pistol ke Pengemudi Taksi Online Oknum TNI Todongkan Pistol ke Pengemudi Taksi Online (Instagram)

Ntvnews.id, Jakarta - Seorang pengemudi taksi online di kawasan Tangerang Selatan menjadi korban dugaan penganiayaan oleh seorang oknum prajurit TNI AD di wilayah Setu. Insiden ini menyita perhatian publik setelah rekaman kekerasan tersebut viral di media sosial.

Dalam video yang beredar pada Rabu (4/3/2026), pelaku tampak memukul, menendang, hingga membanting korban ke aspal. Tangan korban terlihat dalam keadaan diborgol, dan pada satu momen pelaku menodongkan benda menyerupai pistol ke kepala sang sopir. Beberapa warga yang berada di lokasi berusaha melerai.

Kepala Dinas Penerangan TNI AD, Brigjen TNI Donny Pramono, mengonfirmasi bahwa pria dalam video tersebut adalah prajurit TNI AD. Ia menyebut kejadian berlangsung pada Minggu (1/3). Usai video viral, Denpom Jaya/1 Tangerang segera berkoordinasi dengan Polres Tangerang Selatan, dan pelaku ditahan pada Senin (2/3) malam di Madenpom Jaya/1 Tangerang.

Baca Juga: Ada Anggota DPR Kritik MBG, Ini Kata Habiburokhman

Donny menjelaskan bahwa perselisihan dipicu oleh senggolan kendaraan. Ia menambahkan bahwa benda yang ditodongkan pelaku adalah pistol mainan berbahan kayu.

“Saat ini oknum prajurit yang terlibat sudah diamankan dan sedang diperiksa oleh Denpom Jaya/1 Tangerang. Kami pastikan proses hukum berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pendalaman kronologi, pemeriksaan saksi, dan pengumpulan barang bukti,” ujarnya.

Pengakuan Korban Sempat Ditodong Senjata dan Diborgol

Korban memberikan penjelasan mengenai rangkaian kejadian yang dialaminya. Ia mengaku perselisihan dimulai sesaat setelah kendaraan mereka bersenggolan.

"Mobil ku bersenggolan dengan mobil orang yang ngaku aparat ini. Trus aku berhenti di belakang mobil dia, trus dia keluar mobil kami cekcok dan dia gak Terima. Langsung mau mecahin spion kanan ku, sama spion kiriku juga. Na Ingsung ku halangin tuh pas dia mau mecahin spion," ujar korban.

"Abis itu dia langsung nod0ng pakai pistol ke kepala ku. Aku di borgol juga, trus dia nonjok aku sampai hidung ku berdarah, sikut ku juga luka-luka karena di banting. Ku ajak ke kantor polisi buat selesai kan masalah tapi dia gamau," lanjut dia.

Baca Juga: Donald Trump Cuek Iran Ancam Boikot Piala Dunia 2026

Gegara peelaku terus melancarkan aksi kekerasan terhadap dirinya, korban menuturkan akhirnya ia memilih berdamai karena takut, namun pelaku meminta sejumlah uang.

"Akhirnya karna aku takut aku minta Damai aja dah, tapi dia minta 900rb. Tapi aku gada duit orderan grab kebetulan sepi. Padahal mobil ku lebih parah. Plat Pelaku Penodong B 1320," ujarnya.

Proses Hukum Tetap Berjalan

Kadispenad menegaskan proses hukum terhadap oknum prajurit tersebut sedang berlangsung. Ia memastikan tidak ada toleransi terhadap pelanggaran yang dilakukan anggota TNI AD.

“Apabila terbukti melakukan pelanggaran, yang bersangkutan akan diproses tegas sesuai hukum dan disiplin militer. TNI AD berkomitmen untuk terus menjaga kepercayaan masyarakat serta profesionalisme prajurit melalui mekanisme penegakan hukum yang transparan dan akuntabel,” jelasnya.

x|close