Ntvnews.id, Jakarta - Ketegangan di Timur Tengah kembali meningkat setelah laporan menyebutkan bahwa drone Iran tidak hanya menyerang Kedutaan Besar Amerika Serikat, tetapi juga menghantam markas CIA di Riyadh, Arab Saudi.
Berdasarkan laporan yang dikutip dari CNN dan Washington Post, stasiun Central Intelligence Agency (CIA) di Riyadh turut terdampak serangan drone yang diduga terjadi pada Senin waktu setempat. Fasilitas tersebut berada dalam satu kompleks yang sama dengan Kedutaan Besar AS.
Sumber yang mengetahui insiden itu menyebutkan tidak ada korban jiwa dalam serangan tersebut. Namun, bangunan dilaporkan mengalami kerusakan signifikan akibat hantaman drone.
Sebelumnya, dua drone Iran dilaporkan menyerang Kedutaan Besar AS di Riyadh hingga memicu kebakaran dan kerusakan pada bagian gedung. Tidak ada laporan korban luka dalam peristiwa tersebut. Selain itu, dua drone lain juga diduga meledak di atau dekat area kompleks kedutaan.
Baca Juga: Kecelakaan Beruntun Libatkan 10 Kendaraan di Exit Tol Bawen, 8 Orang Terluka
Meski laporan mengenai dampak terhadap markas CIA telah beredar luas, pihak CIA menolak memberikan komentar resmi terkait insiden tersebut.
Di sisi lain, Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) atau Korps Garda Revolusi Islam Iran menyatakan telah memulai langkah untuk menghancurkan apa yang mereka sebut sebagai “pusat-pusat politik Amerika” di kawasan tersebut.
"Ledakan di kedutaan Washington di Riyadh, ibu kota Arab Saudi, adalah langkah ke arah ini," tulis IRGC melalui akun Telegram resminya.
Serangan terhadap fasilitas diplomatik dan intelijen Amerika Serikat di Arab Saudi ini menandai eskalasi baru dalam konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan sekutunya di kawasan. Hingga kini, belum ada keterangan resmi mengenai kemungkinan respons militer atau diplomatik lanjutan dari pihak AS maupun pemerintah Arab Saudi.
Ilustrasi. Bendera Amerika Serikat