Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Iran memastikan jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, akan dimakamkan di kota suci Mashhad setelah tewas dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel di Teheran.
Mengutip laporan kantor berita Fars yang dilansir AFP, lokasi pemakaman telah diputuskan secara resmi. Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, berdekatan dengan makam ayahnya di kompleks makam Imam Reza Shrine.
Mashhad merupakan kota terbesar kedua di Iran dan dikenal luas sebagai “Kota Suci”. Julukan tersebut melekat karena keberadaan Kompleks Suci Imam Reza, yang menjadi tempat peristirahatan Imam kedelapan dalam tradisi Syiah. Kota ini menjadi salah satu destinasi paling sakral bagi umat Syiah di dunia.
"Sebelum pemakaman, "upacara perpisahan besar" akan diadakan di Teheran," kata Garda Revolusi di akun Telegram mereka.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum mengumumkan tanggal resmi pelaksanaan pemakaman.
Baca Juga: Pemprov DKI Siap Cairkan THR ASN, Pramono: Ikuti Kebijakan Pemerintah Pusat
Khamenei dilaporkan tewas pada Sabtu (28/2) waktu setempat dalam serangan militer gabungan AS dan Israel yang menyasar Teheran. Pasca-kematian tersebut, kendali pemerintahan sementara diserahkan kepada dewan beranggotakan tiga orang sampai Majelis Pakar menentukan pemimpin tertinggi yang baru.
Dewan sementara itu terdiri atas presiden, kepala peradilan, serta seorang ahli hukum dari Dewan Penjaga—lembaga yang memiliki kewenangan mengawasi legislasi dan proses seleksi calon dalam pemilihan umum.
Fars juga melaporkan, dengan mengutip pejabat yang mengetahui proses tersebut, bahwa "untuk alasan keamanan", pertemuan terakhir Majelis Pakar kemungkinan ditunda hingga setelah pemakaman Khamenei berlangsung.
Media Iran sebelumnya memberitakan bahwa gedung Majelis Pakar yang beranggotakan 88 orang di kota suci Qom, selatan Teheran, turut menjadi sasaran serangan pada Selasa (3/3). Sehari sebelumnya, markas utama lembaga itu di ibu kota juga dilaporkan terdampak serangan.
Pemakaman Khamenei di Mashhad diperkirakan akan menjadi momen besar bagi Iran, tidak hanya secara politik tetapi juga religius, mengingat status kota tersebut sebagai pusat spiritual penting bagi komunitas Syiah dunia.
Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei. ANTARA/Andolu Ajansi/pri. (Antara)