Ntvnews.id, Jakarta - Sikap pemerintah Spanyol memasuki fase paling tegas setelah menyampaikan larangan resmi kepada Amerika Serikat untuk memakai pangkalan gabungan di wilayahnya dalam operasi serangan terhadap Iran. Keputusan ini disertai kecaman keras terhadap aksi militer yang dilancarkan AS bersama Israel terhadap Teheran.
Pernyataan larangan itu disampaikan oleh Menteri Pertahanan, Margarita Robles, yang dikutip oleh Politico. Ia menjelaskan bahwa pesawat-pesawat militer AS telah mulai ditarik dari pangkalan di wilayah Spanyol setelah otoritas Madrid melarang penggunaannya untuk operasi ke Iran.
Robles menegaskan dalam konferensi pers di Pangkalan Udara Armilla bahwa setiap misi yang memanfaatkan fasilitas militer Spanyol wajib “beroperasi dalam kerangka hukum internasional”. Ia juga menambahkan bahwa instalasi militer nasional tidak akan “memberikan dukungan kecuali jika diperlukan dari perspektif kemanusiaan”.
Baca Juga: Kereta Api KA Kalimas Kargo 2521 Hantam Pengontrol Rel Sampai Tewas
Data dari FlightRadar24 menunjukkan lebih dari selusin pesawat militer AS, termasuk tanker udara KC-135 buatan Boeing, meninggalkan pangkalan gabungan di Moron de la Frontera serta Rota pada akhir pekan. Tujuh di antaranya terpantau menuju Pangkalan Udara Ramstein di Jerman.
Menurut Robles, langkah pemindahan itu kemungkinan dilakukan karena AS sudah mengetahui bahwa pesawat-pesawat tersebut “tidak dapat beroperasi” dari wilayah Spanyol. Ia mengingatkan bahwa berdasarkan perjanjian tahun 1953, Madrid memiliki hak penuh menentukan penggunaan pasukan Amerika yang ditempatkan di wilayah Spanyol.
Robles memastikan bahwa pangkalan-pangkalan di Spanyol tidak mengambil bagian dalam serangan yang terjadi pada Sabtu (28/2) dan tidak akan dimanfaatkan untuk “operasi pemeliharaan dan dukungan”.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebijakan ini tidak berarti dukungan terhadap rezim Iran yang ia sebut “mengerikan dan diktator”. Ia menutup pernyataannya dengan mengingatkan, “Solusinya tidak pernah bisa berupa penggunaan kekerasan.”
Baca Juga: Kemnaker Terbitkan SE THR 2026, Pengusaha Wajib Bayar Paling Lambat H-7 Lebaran
Sikap tegas Madrid juga muncul dari Perdana Menteri Pedro Sanchez, yang menjadi salah satu pemimpin Uni Eropa yang mengecam keras serangan gabungan AS dan Israel tersebut. Ia menilai serangan terkoordinasi yang dilakukan Washington dan Tel Aviv itu sebagai “pelanggaran hukum internasional”.
Dalam pernyataan yang dimuat Anadolu Agency, Sanchez memperingatkan bahwa tindakan semacam itu hanya akan menciptakan “tatanan internasional yang lebih tidak pasti dan bermusuhan”.
Di saat bersamaan, Spanyol juga mengecam serangan balasan yang dilakukan Iran terhadap sejumlah negara Teluk yang menampung aset militer AS. Kebijakan Madrid secara keseluruhan menunjukkan garis jelas, menolak pemanfaatan pangkalan Spanyol untuk aksi ofensif dan menolak segala bentuk eskalasi kekerasan di kawasan.
Ilustrasi - Pesawat jet tempur. ANTARA/Anadolu (Antara)